Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Januari 2021 | 22.26 WIB

Rutin Deteksi Dini Dapat Hilangkan Gejala Hipertensi Sejak Usia Remaja

Ilustrasi pengecekan tekanan darah, mengecek tekanan darah sangat penting untuk menghindari resiko hipertensi. (Istimewa) - Image

Ilustrasi pengecekan tekanan darah, mengecek tekanan darah sangat penting untuk menghindari resiko hipertensi. (Istimewa)

JawaPos.com – Hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi salah satu penyakit tidak menular dengan jumlah penderita cukup banyak di Indonesia. Untuk mengurangi resikonya, dengan menjaga pola hidup sehat. Meskipun begitu gejala hipertensi sejatinya bisa dihilangkan sejak remaja. Caranya rutin melakukan deteksi dini.

Dokter spesialis penyakit dalam dari Siloam Hospitals Silampari dr Sartika Sadikin SpPD menyampaikan ada sejumlah syarat untuk menghilangkan gejala darah tinggi sejak usia remaja. Diantaranya adalah membiasakan pemeriksaan diri terhadap tekanan darah pada tubuh.

’’Termasuk membiasakan asupan pola gizi sehat dan olahraga teratur,’’ katanya kepada wartawan Senin (18/1). Dia menjelaskan jika hipertensi tidak terdeteksi secara dini dan tidak segera diobati, maka dapat menyebabkan stroke. Selain itu hipertensi yang tidak dideteksi secara dini dapat memicu gagal jantung sampai penyakit pada ginjal.

’’Kuncinya adalah membiasakan deteksi dini secara rutin sejak usia remaja,’’ tegas Sartika. Dia menjelaskan kebiasaan deteksi dini bisa dimulai pada usia 18 tahun. Sebab pada usia tersebut, mulai beragam aneka makanan yang dikonsumsi.

Sartika menambahkan hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi ketika tekanan darah pada ukuran 140/90 mmHg atau lebih. Kemudian dianggap tidak wajar apabila tekanan sudah di atas 180/120 mmHg. ’’Jika tidak segera ditangani, hipertensi bisa menyebabkan timbulnya beragam penyakit yang mengancam nyawa,’’ katanya.

Dia juga mengingatkan ada beberapa kondisi yang harus diperhatikan sebelum pemeriksaan tekanan darah tubuh. Diantaranya adalah mengistirahatkan tubuh terlebih dahulu sekitar lima hingga sepuluh menit. Mengistirahatkan tubuh ini seperti aktivitas naik tangga, berjalan, dan lain-lain.

Kemudian sebelum pemeriksaan sebaiknya menghindari konsumsi kopi, alkohol, atau merokok dalam tempo 30 menit sebelumnya. Konsumsi minuman atau zat-zat tersebut dapat memicu denyut jantung. Dengan tips tersebut, diharapkan pengukuran tekanan darah bisa mengetahui batas ideal. Kemudian masyarakat juga sebaiknya mengurangi konsumsi kadar garam berlebihan.

Sartika juga mengatakan selama ini hipertensi memiliki istilah silent killer. Atau penyakit yang membunuh secara perlahan atau diam-diam. Ini karena penderita hipertensi umumnya tidak mengalami gejala apapun. Hingga pada kondisi tertentu tekanan darahnya terlalu tinggi dan mengancam nyawa. (*)

 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://youtu.be/RknY8hLReCo

 

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore