
Para dokter perempuan yang bercerita tentang masalah dalam hidupnya masing-masing/zoom
JawaPos.com - Sebagian dokter perempuan juga menghadapi sejumlah masalah dalam hidup. Dalam Hari Perempuan Sedunia yang diperingati pada 8 Maret 2021, mereka bercerita tentang upaya menghadapi berbagai kesulitan tersebut. Masing-masing memiliki masalah yang menantang dalam hidup.
Baru-baru ini, dalam webinar International’s Women Festival, Women’s Breakthrough: Challenging Life, Preventing Mishaps, and Inspiring Others, Yayasan Bersatu Sehatkan Indonesia (Yayasan BSI) bekerja sama dengan Asian Medical Students Association Alumni Club Indonesia (AMSAAC INA) dan KICKS (Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks) berbagi pengalaman dan kisah-kisah hidup para dokter. Siapa saja mereka yang bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat?
1. dr. Deibby Mamahit
Sang dokter berjuang untuk mensupport anak-anaknya yang menyandang autism. Kesulitannya itu justru membuatnya semangat dan terinspirasi mendirikan Brainworks, sebuah klinik di Singapura. Tujuan utamanya adalah membantu orang tua yang memiliki anak-anak berkebutuhan khusus untuk dapat menjalani hidup yang lebih baik. Klinik tersebut berdiri di tahun 2010.
"Bagaimana meningkatkan kualitas hidup anak dan mencegah ketergantungan hidup anak-anaknya kepada kedua orang tua di kemudian hari. Sehingga anak bisa mandiri dan berdaya," katanya.
2. dr. Indah Sukmawati, SpJP.
Seorang cardiologist atau ahli jantung yang berbagi kisahnya dalam bertahan menghadapi tantangan hidup yang berat karena kedua orang tuanya menyandang kanker. Saat itu sang dokter masih duduk di bangku kuliah. Melalui pengalamannya, dirinya ingin berbagi dan mengingatkan kita semua, terutama para perempuan untuk selalu siap menghadapi tantangan hidup dan mencegah apapun yang dapat dicegah terutama dalam hal kesehatan.
"Sehingga bisa tercegah dari penyakit kanker dan penyakit lainnya. Misalnya dengan melakukan medical checkup rutin, vaksinasi dan mempersiapkan asuransi," tegasnya.
3. dr. Meta Melvina
Adalah anggota tim advokasi vaksinasi Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Dia menjelaskan pentingnya mindset prevention, mencegah memang selalu lebih baik daripada mengobati. Masyarakat diajak disiplin dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang tepat. Meski rekan sejawatnya beberapa di antaranya gugur, namun dr. Meta berusaha untuk bangkit dan tetap menjaga kesehatan di tengah aktivitasnya sebagai salah satu garda depan perlindungan terhadap Covid-19 di Indonesia. Menurutnya masyarakat masih harus melengkapi vaksinasi lainnya diluar vaksinasi Covid-19.
"Sebab dikhawatirkan mulai ada indikasi munculnya twindemics atau banyak juga dikenal sebagai wabah dalam wabah," katanya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://youtu.be/wFRlpsTjOZc

Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia di Piala Dunia 2026: Setan Merah Diunggulkan Kirim Pulang Tuan Rumah
Kontroversial! Wasit Inggris Anthony Taylor Pimpin Portugal vs Spanyol di Piala Dunia 2026, Rekam Jejak Jadi Sorotan
Daftar 32 Negara Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Dirilis Iran, Indonesia Tak Masuk, Warganet Bertanya-tanya
Arogan Tonjok Pengendara di Jalan Jagakarsa, 'Bang Jago' Tak Berdaya Ditangkap di Rumahnya
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia di Piala Dunia 2026: Setan Merah Diunggulkan Bungkam Tuan Rumah
