Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Oktober 2020 | 22.25 WIB

Pasien Kanker Paru pun Takut Berdehem, Enggan Disangka Kena Covid-19

Ilustrasi kanker paru yang mengancam kematian. (Boldsky) - Image

Ilustrasi kanker paru yang mengancam kematian. (Boldsky)

JawaPos.com - Para penderita kanker paru mengalami masa-masa sulit di era pandemi saat ini. Mereka sulit mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai untuk kontrol ke rumah sakit. Sebab ternyata ada gejala kemiripan antara penderita kanker paru dengan pasien Covid-19.

Para ahli mengatakan bahwa jumlah penderita kanker paru-paru yang kontrol ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang tepat telah menurun sejak awal pandemi. Mereka percaya bahwa hubungan antara Covid-19 dan batuk mungkin telah mencegah pasien kanker berobat.

Berdasarkan statistik dari Cancer Research di Inggris, lebih dari itu, hampir tiga juta orang telah melewatkan pemeriksaan kanker yang mendesak.

Dokter umum, Dr. Neil Smith dari Cancer Research, mengatakan bahwa kurangnya rujukan kanker saat ini menjadi masalah berat pada layanan kanker saat ini. "Hal terbesar yang saya perhatikan selama virus Korona adalah semakin sedikit pasien saya yang benar-benar datang untuk memberi tahu saya tentang tanda dan gejala kanker. Mereka tampaknya enggan melakukannya," kata Smith seperti dilansir dari Science Times, Rabu (14/10).

Fakta bahwa salah satu gejala Covud-19 adalah batuk. Smith menambahkan bahwa pedoman Pelayanan Kesehatan Nasional (NHS) Inggris untuk pasien tinggal di rumah juga mempengaruhi kunjungan. Serta berkurangnya akses ke tes diagnostik dan sinar-X di beberapa wilayah, dan keengganan orang untuk pergi ke rumah sakit untuk pemeriksaan.

 

Gejalanya Ada Kemiripan

NHS mengidentifikasi batuk selama dua minggu atau tiga minggu, sesak napas terus-menerus, kelelahan, dan kekurangan energi adalah gejala kanker paru-paru. Kondisi ini juga mirip dengan gejala Covid-19. Tapi ada perbedaan antara kedua penyakit tersebut, yang sulit untuk diidentifikasi.

Menurut sebuah laporan dari The Guardian, gejala-gejala tersebut saat ini umumnya dikaitkan dengan Covid-19, yang dapat menyebabkan pasien kanker paru tidak mencari perawatan yang tepat karena takut akan prasangka masyarakat. Mereka takut dicap terkena Covid-19.

Bahkan orang sehat pun takut batuk atau berdehem karena orang lain mungkin mengira dirinya terkena infeksi Covid-19. Kini orang semakin takut batuk di depan umum. Sebab jika seseorang batuk atau menunjukkan gejala Covid-19, mereka diminta untuk tinggal di rumah dan melakukan isolasi mandiri.

Para ahli khawatir Covid-19 dapat memperburuk kasus pasien kanker paru-paru karena mereka akhirnya menunda perawatan dan diagnosis. "Sangat penting bagi orang yang dicurigai menderita kanker paru-paru untuk didiagnosis sedini mungkin agar memiliki peluang lebih tinggi untuk pulih," kata Kepala Dokter di Cancer Research UK dan pemimpin kelompok di The Francis Crick Institute, Prof Charles Swanton.

 

Lalu Apa Bedanya Batuk karena Covid-19 dengan Penyakit Lain?

Menurut Science Alert, batuk adalah salah satu gejala Covid-19 yang paling menonjol, bersamaan dengan demam, kelelahan, dan sesak napas. Tapi batuk pada pasien Covid-19 yaitu kondisinya menjadi kering dan terus menerus karena virus mengiritasi jaringan paru-paru. Kemudian pasien akan merasa kehabisan napas, dan tubuh berjuang untuk mengatasinya karena kekurangan oksigen.

Batuk kering tidak menghasilkan dahak tetapi mengeluarkan suara gonggongan atau kasar. Ini mencegah udara memasuki paru-paru karena tidak membersihkan saluran udara. Kondisi ini menyebabkan iritasi dan batuk hebat yang dapat merusak saluran udara lebih jauh. Batuk yang berkepanjangan dan kuat dapat menyebabkan patah tulang rusuk atau robekan otot. (*)

 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=lVWbRn8x6lU&ab_channel=jawapostvofficial

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore