
Suasana kesibukan para dokter saat akan menangani pasien Covid-19 di RSCM/dr. Mira Yulianti
JawaPos.com - Masyarakat diminta tidak bersikap egois dan wajib mematuhi protokol kesehatan selama pandemi Korona berlangsung. Hal ini karena tenaga kesehatan yang ada sudah mulai kelelahan dan jumlahnya kian menipis karena meninggal satu per satu.
Dalam survei hasil riset Magister Kedokteran Kerja Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), terungkap sebanyak 82 persen tenaga kesehatan mengalami kelelahan tingkat sedang. Satu persen mengalami kelelahan tingkat berat.
Menurut Ketua Tim Peneliti Dr. dr. Dewi Soemarko, MS, SpOK, penelitian ini juga menemukan fakta bahwa dokter umum di Indonesia yang menjalankan tugas pelayanan medis di garda terdepan selama masa pandemi Covid-19 memiliki risiko 2 kali lebih besar untuk mengalami burnout syndrome. Dewi menegaskan tingginya risiko menderita burnout syndrome akibat stres yang luar biasa berat di fasilitas kesehatan selama pandemik ini dapat mengakibatkan efek jangka panjang terhadap kualitas pelayanan medis karena para tenaga kesehatan ini bisa merasa depresi.
"Kelelahan ekstrem bahkan membuat tenaga kesehatan merasa kurang kompeten dalam menjalankan tugas, dan ini tentu berdampak kurang baik bagi upaya kita memerangi Covid-19," katanya.
"Pernah tahu bagaimana ibu habis melahirkan normal? Itu capeknya capek sekali. Sama seperti itu yang dialami tenaga kesehatan saat mengalami burnout," tambahnya.
Menurut Tim Peneliti dari Prodi Magister Kedokteran Kerja yang terdiri dari Dr. dr. Ray W Basrowi, MKK; dr. Levina Chandra Khoe, MPH dan dr. Marsen Isbayuputra, SpOK temuan lain yang juga sangat mengkhawatirkan adalah sekitar 83 persen tenaga kesehatan mengalami burnout syndrome derajat sedang dan berat.
Sekitar 41 persen tenaga kesehatan mengalami keletihan emosi derajat sedang dan berat, 22 persen mengalami kehilangan empati derajat sedang dan berat, serta 52 persen mengalami kurang percaya diri derajat sedang dan berat.
Dokter yang menangani pasien Covid-19, baik dokter umum maupun spesialis, berisiko 2 kali lebih besar mengalami keletihan emosi dan kehilangan empati dibandingkan mereka yang tidak menangani pasien Covid-19. Bidan yang menangani pasien Covid-19 berisiko 2 kali lebih besar mengalami keletihan emosi dibandingkan mereka yang tidak menangani pasien Covid-19
Masih ada 2 persen tenaga kesehatan yang tidak mendapatkan alat pelindung diri (APD) dari fasilitas kesehatannya. Sekitar 75 persen fasilitas kesehatan tidak melakukan pemeriksaan swab rutin dan 59 persen tidak melakukan pemeriksaan rapid test rutin bagi tenaga kesehatannya.
"Penelitian ini dilakukan secara langsung dengan kuesioner yang disebar online pada tenaga kesehatan dari Barat hingga Timur Indonesia. Mereka mengisi langsung tanpa paksaan, kondisi nyata di lapangan," kata Dewi.
Data survei merupakan data yang dikumpulkan mulai Juli-Agustus dengan total 1.461 responden. Usia mereka yakni 34-35 tahun yakni usia produktif.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
