
Peneliti mengambil salah satu sampel cairan herbal saat uji Lab obat herbal untuk penyembuhan COVID-19 dan penghambatan pertumbuhan virus corona di Lab Cara Pembuatan Obat Tradisional Baik (CPOTB) Pusat Penelitian Kimia LIPI, Serpong, Tangerang Selatan, B
JawaPos.com - Sebuah obat percobaan yang dikembangkan oleh Dimerix, perusahaan spin-off Universitas Australia Barat, akan diikutsertakan dalam uji coba global untuk mengobati pasien yang menderita Sindrom Gangguan Pernapasan Akut (Acute Respiratory Distress Syndrome/ARDS) dengan Covid-19, demikian diumumkan universitas itu pada Kamis (4/6).
Obat tersebut, yang dinamai DMX-200, dipilih sebagai bagian dari uji coba program Randomised, Embedded, Multifactorial Adaptive for Pneumonia Acquired Community (REMAP-CAP), untuk mengobati pasien rawat inap yang terbukti atau diduga terinfeksi COVID-19. Pasien seperti itu biasanya menderita disfungsi paru akut yang disebabkan oleh respons imun terhadap virus tersebut.
Meski efek jangka panjang dari Covid-19 masih belum diketahui, beberapa orang khawatir virus itu dapat menyebabkan cedera akut, misalnya fibrosis paru kronis, mirip dengan infeksi SARS dan MERS.
DMX-200, yang sedang dikembangkan sebagai terapi ginjal untuk mengurangi kerusakan dari sel-sel inflamasi dengan menghambat pensinyalannya dan membatasi timbulnya fibrosis selanjutnya, juga dapat memberi manfaat bagi pasien ARDS yang terinfeksi Covid-19 dengan cara serupa.
Kepala penasihat ilmiah Dimerix, Profesor Kevin Pfleger, menyambut baik keputusan tersebut.
"Diperlukan penelitian dan pengembangan selama bertahun-tahun sehingga DMX-200 bisa mencapai titik ini, dan setiap detiknya akan berharga jika DMX-200 dapat berkontribusi dalam melawan dampak buruk virus ini," ujar Pfleger seperti dikutip Antara dari Xinhua.
CEO Dimerix Dr Nina Webster mengatakan perusahaan tersebut senang dapat mendukung inisiatif global dalam meneliti kemungkinan pengobatan untuk Covid-19. "Dimerix diposisikan secara unik untuk mendukung upaya global dalam mengidentifikasi pengobatan Covid-19, dan sudah melakukan dua studi klinis ginjal Tahap 2 yang rampung pada pertengahan 2020," kata Webster.
REMAP-CAP adalah uji coba platform internasional yang dikelola oleh jaringan sejumlah pakar, institusi, dan kelompok penelitian, serta berencana menyertakan lebih dari 7.000 pasien dari 200 lebih tempat di Asia-Pasifik, Eropa, dan Amerika Utara. (*)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
