Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Agustus 2021 | 21.04 WIB

Mayapada Hospital Terpilih Jadi RS Rujukan Health Tourism Indonesia

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Aritmia dari Mayapada Hospital Tangerang dr. Agung Fabian Chandranegara, Sp.JP(K) - Image

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Konsultan Aritmia dari Mayapada Hospital Tangerang dr. Agung Fabian Chandranegara, Sp.JP(K)

JawaPos.com – Mayapada Healthcare, melalui seluruh unit pelayanan unggulan Mayapada Hospital merupakan bagian dari National Brand destinasi Wisata Kesehatan (Health Tourism) Indonesia. Penunjukkan tersebut diawali dari pemilihan rumah sakit-rumah sakit yang memiliki unggulan pelayanan medik yang tercantum dalam buku Katalog Wisata Kesehatan Indonesia tahun 2018 yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan dan Kemenparekraf, yang kemudian dilakukan penilaian dari sisi non-klinis oleh Kemenparekraf dan Perhimpunan Kedokteran Wisata Kesehatan Indonesia (PERKEDWI).

Salah satu layanan kesehatan terpadu dalam konsep Wisata Kesehatan Indonesia yang diunggulkan Mayapada Hospital terdapat pada spektrum saluran pencernaan (Gastrohepatology Centre), mulai dari penanganan kanker, tumor, operasi terbuka maupun laparoskopi, hingga spektrum penyakit yang berhubungan dengan organ dalam di saluran cerna; layanan kesehatan kanker (Oncology Centre) dengan semua penanganan spektrum kanker; serta layanan Orthopedic Centre, disertai layanan kedokteran olahraga, hingga semua kasus dengan spektrum tulang lainnya.

Peresmian Mayapada Hospital sebagai salah satu rumah sakit rujukan dalam rangka pengembangan Health Tourism Indonesia ini ditandai oleh peninjauan serta kedatangan langsung hari ini, Jumat (20/8) oleh Wantimpres H.R Agung Laksono; Inspektur Utama (Irtama) Kemenparekraf Restog Krisna Kusuma S.H., M.Si., Ak; Deputy bidang Produk Wisata & Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Rizki Handayani Mustafa; serta Deputy Bidang Koordinasi Pariwisata & Ekonomi Kreatif Kemenkomarves, Odo R.M Manuhutu untuk melakukan MCU di Mayapada Hospital Jakarta Selatan sebagai kick off dari peresmian tersebut.

Kementerian Pariswisata dan Ekonomi Kreatif dalam siaran pers lewat portal resminya menyatakan bahwa wisata medis saat ini menjadi salah satu yang dijadikan unggulan dalam menarik minat wisatawan di sejumlah negara. Data research and market bulan Maret 2020 menyebutkan, potensi dasar pariwisata medis global hingga tahun 2026 diperkirakan mencapai USD 179,6 juta atau sekitar Rp 2.580,4 triliun.

Langkah penggalakan program wisata kesehatan ini merupakan langkah pembenahan secara struktural karena pertahun ada hampir Rp  100 triliun lebih yang dibelanjakan di luar negeri terkait layanan kesehatan yang sebenarnya bisa dilakukan di Indonesia dan harus bergandengan tangan untuk menangani isu-isu strategis dalam pengembangan wisata kesehatan di Indonesia

Jonathan Tahir, Group CEO Mayapada Healthcare mengatakan, “Kami siap bergandengan tangan dengan pemerintah dan organisasi profesi untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas pelayanan kedokteran wisata sebagai destinasi unggulan Wisata Kesehatan Indoensia (Indonesia Health Tourism). Melihat potensi yang begitu besar, kami yakin dokter-dokter maupun tenaga kesehatan di Indonesia perlu meningkatkan kompetensi dan profesionalitasnya agar mampu untuk bersaing di kancah regional Asia. Harapan kami, program ini dapat memaksimalkan Indonesia untuk bisa masuk ke dalam jajaran trip destination di ASIA melalui ruang lingkup Health Tourism.”

Dr. Mukti E. Rahadian, MARS, MPH, selaku Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Kedokteran Wisata Kesehatan Indonesia (PERKEDWI) mengatakan, PERKEDWI sebagai himpunan seminat di lingkungan Majelis Peningkatan Pelayanan Keprofesian Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia memiliki komitmen yang kuat untuk bekerjasama dengan seluruh entitas bussines collaborative di bidang wisata kesehatan di Indonesia.

"Komitmen ini untuk meningkatkan profesionalitas para dokter Indonesia dalam rangka mendorong percepatan penyelenggaraan lima pilar konsep Wisata Kesehatan Indonesia yang terdiri dari wisata medik Indonesia, wisata kebugaran, estetika, anti penuaan dan herbal Indonesia, wisata ilmu kedokteran dan Kesehatan Indonesia, wisata kesehatan olahraga Indonesia, serta dukungan layanan kesehatan pada destinasi prioritas & superprioritas,” katanya.

Saat ini semua unit Mayapada Hospital menjalankan protokol kesehatan dengan ketat seperti diantaranya: pemisahan alur serta gedung perawatan dan poliklinik untuk pasien Covid-19 dan nonCovid-19, pembatasan keluar masuk pintu utama, screening suhu tubuh dengan thermal, penyediaan sanitizer di setiap titik masuk dan keluar Mayapada Hospital, wajib memakai masker ganda guna mendapatkan akses masuk, menyiapkan table shield di tiap ruang konsultasi, serta disinfektan secara berkala di setiap sudut Rumah Sakit.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore