Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 Juni 2021 | 16.46 WIB

Lawan Mutasi Covid-19 India dengan Masker Medis, Jangan Bahan Kain

Petugas membagikan masker untuk mencegah penularan Covid-19 pada peringatan hari Sumpah Pemuda di Stasiun Jakarta Kota, Jakarta, Rabu (28/10/2020). Antisipasi lonjakan penumpang saat cuti bersama serta peringatan Sumpah Pemuda yang ke-92 tahun KAI Comuter - Image

Petugas membagikan masker untuk mencegah penularan Covid-19 pada peringatan hari Sumpah Pemuda di Stasiun Jakarta Kota, Jakarta, Rabu (28/10/2020). Antisipasi lonjakan penumpang saat cuti bersama serta peringatan Sumpah Pemuda yang ke-92 tahun KAI Comuter

JawaPos.com - Covid-19 kini makin cepat menular seiring munculnya varian Delta dari India. Maka pakai masker harus secara disiplin. Karena mudah dan cepat menular, ahli mengingatkan jenis masker yang dipakai wajib masker medis.

"Virus itu pasti bermutasi, sudah takdirnya dia. Kalau virus tak bermutasi, nanti si virus dipecat dari dunianya. Virus selalu update diri," kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Vaksinolog dr. Dirga Sakti Rambe M,sc, Sp,PD, dalam webinar bersama PT Tempo Scan Pacific Tbk dan SOS Personal Hygiene baru-baru ini.

Dia menegaskan masyarakat agar jangan lengah atau abai. Seseorang juga jangan kalah dari virus.

"Kita jangan memble, makin sering kumpul, dan pakai masker makin tak disiplin. Di antara 3 M tadi, masker paling penting, paling efektif. Peran masker sangat penting mencegah penularan Covid-19," tegas dr. Dirga.

Namun, dia menegaskan agar masyarakat menggunakan masker berkualitas. Jangan lagi memakai masker kain akan tetapi wajib masker medis.

"Jangan lagi masker kain dan scuba ya. Pakai masker medis atau surgical mask," katanya.

Atau bahkan dianjurkan untuk dobel atau menggandakan masker jika di tempat ramai. Dan gunakanlah masker yang selalu ada kawat di bagian tengahnya agar tak melorot atau kendur saat dipakai.

Gunakan dalamnya surgical mask, nah luarnya kain boleh," ujarnya.

Dia mengingatkan masyarakat wajib mengganti masker setiap 6 jam. Atau walaupun 1-2 jam tetapi sudah kotor dan basah maka gantilah masker.

"Saat masker basah, maka proteksinya hilang. Dan saat kita makan lalu ketemu orang, buka masker walaupun hanya beberapa menit, itu momen virus menginfeksi kita," pungkasnya.

Editor: Edy Pramana
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore