
Photo
JawaPos.com - Nokturia didefinisikan sebagai berapa kali seseorang berkemih dalam periode tidur utamanya, saat seseorang terbangun dari tidurnya untuk berkemih pertama kali dan setiap berkemih selanjutnya harus diikuti tidur atau keinginan untuk tidur. Semua harus dicatat pada catatan harian berkemih. Orang dengan kondisi nokturia akan lebih sering terbangun di malam hari untuk berkemih sehingga membuat kualitas hidupnya terganggu. Nokturia dapat menjadi tanda adanya gangguan pada kesehatan termasuk pasien diabetes.
Salah satu gejala khas pasien diabetes adalah sering terbangun untuk pipis di malam hari. Staf Medis Divisi Metabolik Endokrin dan Diabetes, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM Dr. dr. Dyah Purnamasari, SpPD, KEMD, mengatakan prevalensi nokturia pada penyandang Diabetes Melitus (DM) tipe 2 dilaporkan berkisar 55-80 persen. Dan pasien diabetes yang mengalami nokturia berat sebesar 25 persen.
"Kejadian dan derajat keparahan nokturia meningkat seiring dengan bertambahnya usia dan adanya kandung kemih yang overaktif (OAB)," katanya dalam konferensi pers virtual, Jumat (18/12).
Baca Juga: Kebutaan Disebabkan Diabetes Bisa Dicegah, Ini yang Harus Diperhatikan
Dia membenarkan beberapa faktor lain yang memengaruhi timbulnya nokturia di antaranya penggunaan obat tekanan darah tinggi tertentu (penghambat kanal kalsium), riwayat stroke, obesitas sentral, kebocoran protein di ginjal, fungsi ginjal, kadar hormon testosteron rendah dan adanya infeksi. Nokturia berat berhubungan dengan peningkatan angka kematian sebesar 1,93 hingga 3 kali lipat. Dan pada laki-laki berkaitan dengan kualitas hidup yang rendah karena berkaitan dengan kejadian disfungsi ereksi serta gangguan pembuluh darah sistemik, bila dibandingkan individu tanpa nokturia berat.
“Pada penyandang diabetes, penatalaksanaan nokturia memerlukan pendekatan komprehensif mulai dari mengatasi penyakit dasar dan evaluasi penyakit penyerta atau obat-obatan yang memudahkan kejadian nokturia," jelasnya.
Solusinya
Pasien diabetes penting untuk bisa mengendalikan glukosa. Sebab jika glukosa tak terkendali akan meningkatkan pengeluaran glukosa lewat urin (glukosuria) dan menyebabkan poliuria (nokturia). Selain itu kendali glukosa yang buruk akan memudahkan penyandang DM menderita infeksi saluran kemih yang mencetuskan poliuria (nokturia).
"Pencapaian kendali glikemik yang optimal menjadi salah satu target pada penatalaksanaan nokturia pada penyandang DM," jelasnya.
Solusi lainnya selain dengan obat-obatan, kata dr. Dyah, tentang terapi perilaku yang dapat dilakukan, ia mengemukakan intervensi gaya hidup yang dapat dilakukan yakni pembatasan garam, protein dan kalori untuk pencegahan terhadap obesitas dan diabetes. Laly membatasi asupan cairan di sore dan malam hari (terutama antara makan malam dan waktu tidur).
"Dan membatasi asupan yang mengandung alkohol dan kafein serta diperlukan juga diet dengan kalori seimbang," katanya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=zMaYKf8ZaFc

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
