
Pendiri Rumah Sunatan, Dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS ketika memaparkan materi terkait teknologi sunat tanpa jarum suntik.
JawaPos.com - Ada berbagai alasan seseorang memilih untuk melakukan khitan atau sunat (sirkumsisi). Salah satu yang paling utama adalah alasan agama.
Alasan lainnya untuk faktor kesehatan. Di negara Barat, mereka memiliki budaya yang berbeda mengenai usia mengkhitankan anak.
Di Indonesia, tentu lain budaya akan berbeda tradisinya dalam melakukan khitan. Di Jawa, anak dikhitan biasanya justru semakin remaja akan semakin baik atau memasuki usia SMP. Lain halnya di negara Barat, anak dikhitan justru usia bayi.
"Sebanyak 70 persen masyarakat di negara Barat saat ini sudah sunat. Karena mereka demi alasan kesehatan. Namun mereka melakukannya sejak usia bayi," kata Pendiri Rumah Sunatan, Dr Mahdian Nur Nasution SpBS, Selasa (14/11).
Mahdian menegaskan anak sebaiknya dikhitan sebelum mereka bisa mengalami trauma berkepanjangan. Rasa khitan yang sakit dan perdarahan yang bisa muncul dapat menyebabkan anak trauma hingga dewasa.
"Karena itu usia bayi sebelum bisa tengkurap itu adalah usia khitan yang paling baik, sehingga bayi tak akan ingat atau trauma di kala dia besar," tegas Mahdian.
Mahdian menjelaskan sirkumsisi beberapa tahun terakhir menarik perhatian luar biasa di dunia Barat. Bukti-bukti ilmiah dari manfaat membuat mereka mengakuinya, di antaranya mengurangi risiko terjadinya infeksi saluran kemih, penularan penyakit menular seksual terutama pada laki-laki, mencegah terjadinya kanker penis, dan mengurangi risiko kanker serviks pada perempuan (partner seksual), serta mencegah penularan infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Human Papilloma Virus (HPV).
Meski memiliki manfaat yang luar biasa, isu nyeri masih dijadikan momok menakutkan sekaligus penghalang dilakukannya sirkumsisi pada pria.
"Apalagi nyeri saat sirkumsisi pada pria dewasa umumnya diakibatkan karena prosedur anastesi lokal yang sering tidak adekuat (memadai, Red). Bahkan untuk menghindari rasa nyeri ini di Amerika Serikat tindakan sirkumsisi dewasa, banyak dilakukan melalui prosedur anastesi umum, mau nangis pun malu kalau dewasa," tutup Mahdian.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Brighton vs Crystal Palace di Liga Inggris: The Seagulls Kunci Kemenangan di Derby M23
Prediksi Skor Persebaya vs PSS Sleman: Green Force Diunggulkan, Elang Jawa Tak Bisa Diremehkan
Prediksi Skor Persib vs Persik di Super League: Pangeran Biru Susah Payah Jinakkan Macan Putih
Prediksi Skor Lyon vs Nice: Les Gones Buru Kemenangan demi Melesat ke 3 Besar Klasemen Ligue 1
Celios Benarkan Akuisisi Saham BYAN Salah Satu Sebab Pasar Saham RI Terancam Downgrade
Francisco Rivera dan Matheus Lagoa Absen, Persebaya Surabaya Tetap Pede Pecundangi PSS Sleman
Prediksi Skor Juventus vs Lazio: Biancocelesti Bakal Merepotkan Tuan Rumah di Allianz Stadium
Prediksi Skor Nottingham Forest vs Arsenal: Ujian Ketajaman Lini Serang Skuad Mikel Arteta
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persik Kediri: Marcos Reina Tak Mau Anggap Remeh
Prediksi Skor Leeds United vs Manchester United: Lisandro Martinez Sulit Masuk Starter

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022