
Ilustrasi Covid-19 Varian Delta.
JawaPos.com - Varian Covid-19 jenis Delta sangat mudah menular. Sekalipun orang pernah terpapar Covid-19 Alfa alias Covid-19 yang pertama kali merebak, 50 persen penyintas masih berpeluang untuk terkena varian Delta setelah 1 tahun sembuh dari infeksi virus asli (dari Wuhan).
Clinical Assistant Professor of Immunology, University of South Carolina Jennifer T. Grier mengatakan tanpa pertahanan kekebalan yang kuat, orang-orang ini rentan terhadap infeksi ulang oleh virus Korona. Beberapa mengalami serangan Covid-19 kedua segera setelah satu bulan setelah infeksi pertama mereka. Dan meskipun jarang terjadi, beberapa orang dirawat di rumah sakit atau bahkan meninggal setelah terinfeksi ulang.
Masalah yang berkembang adalah bahwa orang yang sebelumnya terinfeksi oleh strain yang ada sebelumnya. Dan mereka rentan terinfeksi ulang dari varian Delta.
Satu studi baru-baru ini menemukan bahwa 12 bulan atau setahun setelah infeksi, 88 persen orang masih memiliki antibodi yang dapat memblokir infeksi varian asli. Akan tetapi hanya kurang dari 50 persen penyintas yang bisa memblokir varian Delta.
"Untuk melengkapi semua ini, seseorang yang terinfeksi mungkin juga dapat menularkan Covid-19, bahkan tanpa merasa sakit. Varian Delta lebih mudah ditransmisikan daripada galur aslinya," katanya seperti dilansir dari Science Alert, Jumat (16/7).
Menurutnya, seseorang dapat mengembangkan kekebalan untuk melawan infeksi dengan dua cara. Yakni setelah terinfeksi virus atau dengan divaksinasi. Namun, perlindungan kekebalan tidak selalu sama.
Kekebalan vaksin dan kekebalan alami untuk SARS-CoV-2 dapat berbeda dalam hal kekuatan respons kekebalan atau lamanya waktu perlindungan berlangsung. Pada awal Juli, dua penelitian baru diterbitkan yang menunjukkan vaksin Covid-19, masih cukup efektif memberikan respons kekebalan yang sangat baik terhadap varian baru.
Kekebalan setelah infeksi tak dapat diprediksi. Kekebalan berasal dari kemampuan sistem kekebalan untuk mengingat infeksi. Dengan menggunakan memori kekebalan ini, tubuh akan tahu bagaimana melawan infeksi jika bertemu patogen lagi.
"Sekitar 84 hingga 91 persen orang yang mengembangkan antibodi terhadap galur Covid-19 tidak mungkin terinfeksi lagi selama enam bulan, bahkan setelah infeksi ringan. Namun untuk Delta memang lebih menular," katanya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022