Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 Januari 2021 | 20.18 WIB

Penelitian Ungkap Diet Karbo Ternyata Tak Efektif Untuk Diabetes

Ilustrasi makanan diet keto. Ada beberapa kesalahan yang dilakukan pemula saat menjalani diet keto. (Diet Doctor) - Image

Ilustrasi makanan diet keto. Ada beberapa kesalahan yang dilakukan pemula saat menjalani diet keto. (Diet Doctor)

JawaPos.com - Banyak yang tertarik pada diet rendah karbohidrat karena manfaatnya, terutama dalam menurunkan berat badan. Tetapi sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan diet itu juga dapat menyebabkan remisi (kekambuhan) diabetes tipe 2.

Dilansir dari Science Times, Jumat (15/1), temuan yang dipublikasikan di BMJ mengkonfirmasi rekomendasi resmi Asosiasi Diabetes Amerika tentang pengurangan karbohidrat untuk menurunkan gula darah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan keamanan dan kemanjuran diet rendah karbohidrat (LCD) dan diet sangat rendah karbohidrat (VLCS) untuk pasien diabetes tipe-2.

Studi tersebut menyimpulkan analisis dari 23 uji coba terkontrol secara acak dari 1.300 peserta dengan diabetes tipe 2. Studi tersebut membandingkan diet rendah karbohidrat, kalori harian dari karbohidrat 26 persen atau 10 persen versus diet rendah lemak.

Secara keseluruhan, hasilnya  menunjukkan bahwa peserta yang menjalani diet rendah karbohidrat selama enam bulan memiliki tingkat remisi yang lebih tinggi daripada mereka yang mencoba perubahan pola makan lainnya. Profesor Fakultas Kedokteran Universitas Virginia Barat memiliki banyak studi tentang perubahan pola makan dan diabetes.

"Kabar baik tentang diabetes diintervensi dengan diet, jadi bisa diatasi dengan perubahan gaya hidup," tutur peneliti.

Peneliti menjelaskan bahwa pasien dengan diabetes tipe 2 tidak melakukan metabolisme atau merespon dengan baik karbohidrat, sehingga menyebabkan kadar insulin atau kadar gula darah tinggi. Maka solusinya, bukan dengan diet karbohidrat melainkan mengurangi makanan gula dan makanan berbasis pati sehingga dapat membantu pasien diabetes menjaga kondisinya tetap terkendali dengan pengobatan. Selain itu, konsumsi lemak baik dan protein (tidak seperti karbohidrat) tidak menyebabkan lonjakan kadar gula darah.

Diabetes adalah kondisi seumur hidup yang menyebabkan kadar gula darah seseorang meningkat. Karena pankreas mereka tidak mengeluarkan cukup insulin untuk mengontrol gula dalam darah, pasien dapat mengalami penurunan berat badan, pemulihan luka yang lambat, penglihatan kabur, dan banyak lagi.

Diabetes tipe-2 sering kali bisa diobati dengan perubahan gaya hidup dan pola makan, tergantung pada respons tubuh Anda. Beberapa pasien diresepkan tablet dan insulin untuk membantu meringankan kondisi tersebut. Di awal perjalanan penyakit, penurunan berat badan yang tepat dan diet berbasis nutrisi dapat membalikkan perjalanan diabetes. (*)

 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://youtu.be/13M6ctltVOw

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore