
Vaksinator menyuntikkan vaksin COVID-19 dosis pertama kepada siswa di SD Plus Hang Tuah 06 di Jakarta, Rabu (22/12/2021). TNI AL melalui Lantamal III memberikan Vaksinasi anak usai 6 - 11 tahun Sebanyak 400 siswa dari Sekolah Dasar dan Sekolah Taman Kana
JawaPos.com - Dokter Spesialis Anak dr. Miza Dito Afrizal, Sp.A, BmedSci, M.Kes yang tergabung dalam Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan para orang tua tentang pentingnya vaksinasi bagi sistem kekebalan tubuh anak-anak.
"Vaksinasi sangat penting dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh kita. Melalui vaksinasi, kita dapat melatih sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan merespons ancaman potensial seperti virus," ujar Miza, Rabu (14/6).
Vaksinasi memiliki peran vital dalam melawan penyakit yang mengancam jiwa, karena setiap vaksin memiliki target untuk melawan penyakit yang dapat menyebabkan kematian, kecacatan, atau wabah.
Beberapa jenis vaksin yang tersedia, kata Miza, antara lain vaksin hepatitis B, polio, BCG (Bacillus Calmette-Guérin) untuk tuberkulosis, HIB (Haemophilus influenzae tipe B) untuk pneumonia atau meningitis, DPT (Difteri, Pertusis (batuk rejan), dan Tetanus), dan lainnya.
Menurut dokter yang berpraktik di RSIA Tumbuh Kembang di Depok itu, vaksinasi primer melibatkan serangkaian dosis vaksin pada bayi untuk merespons antibodi awal. Misalnya, vaksin DPT diberikan pada bayi usia dua, tiga, dan empat bulan, secara berurutan.
Namun, kadar antibodi bisa menurun, sehingga diperlukan dosis penguat pada bayi usia 18 bulan dan lima tahun.
“Pada usia sekitar 16 bulan, antibodi anak mulai turun. Sebelum antibodinya habis, kita perlu melakukan booster DPT yang biasa dilakukan di 16 bulan, atau setelah dua bulan diberikan booster maka di usia 18 bulan. Booster untuk menguatkan, bisa berkali lipat antibodinya, sehingga perlindungannya lebih kuat dan lebih panjang,” jelas Miza.
“Setelah diberikan booster ini, biasanya antibodi akan mulai menurun sekitar di usia empat tahun, pada saat sekitar usia empat tahun itu mulai menurun, maka di usia lima tahun diberikan booster DPT lagi,” tambahnya.
Apabila tidak melakukan vaksinasi pada usia-usia tersebut, Miza menekankan tidak ada kata terlambat dalam menjalani imunisasi.
Kecuali, untuk vaksin pencegah penyakit TBC seperti BCG dan rotavirus (pencegah penularan diare) yang memiliki batasan usia. Namun, penting untuk tidak menunda imunisasi karena dapat membuat anak rentan terhadap penyakit.
Bagi orang tua yang meragukan atau bingung dengan status imunisasi anaknya, Miza mengimbau orang tua mengunjungi fasilitas kesehatan, seperti puskesmas, klinik, atau rumah sakit. Dengan memberikan catatan vaksinasi anak, tenaga kesehatan dapat mengevaluasi vaksin mana yang perlu dilengkapi.
Miza juga menekankan pentingnya untuk tidak menunda imunisasi karena dapat membuat anak rentan terhadap penyakit.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022