Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 Maret 2026 | 02.23 WIB

5 Penyebab Berat Badan Stagnan Padahal Sudah Rutin Olahraga dan Jaga Makan

Ilustrasi menurunkan berat badan tanpa perlu diet ketat (freepik/ diana.grytsku)

Jawapos.com – Penurunan berat badan ideal seringkali menjadi target banyak orang. Namun meskipun sudah makan sehat dan rutin berolahraga, timbangan kerap tak kunjung bergerak.

Sains ternyata punya penjelasan yang tak banyak disadari tentang mengapa berat badan sulit turun.

Banyak orang mengira bahwa turunnya berat badan hanya soal defisit kalori, lebih sedikit kalori masuk daripada keluar.

Secara teori, konsep ini memang benar. Jika tubuh membakar lebih banyak energi dibandingkan yang dikonsumsi, maka berat badan akan turun.

Namun dalam praktiknya, tubuh manusia tidak bekerja seperti kalkulator sederhana. Tubuh memiliki sistem pertahanan alami.

Ketika asupan kalori berkurang drastis atau aktivitas fisik meningkat tajam, tubuh bisa menganggap kondisi tersebut sebagai ancaman kekurangan energi.

Akibatnya, metabolisme melambat untuk menghemat energi, rasa lapar meningkat, dan tubuh cenderung menyimpan lemak sebagai cadangan. Inilah yang sering membuat diet terasa stagnan meski sudah berusaha keras.

Selain itu, berat badan juga dipengaruhi oleh hormon, kualitas tidur, tingkat stres, komposisi tubuh, hingga faktor genetik.

Dua orang yang menjalani pola makan dan olahraga yang sama belum tentu mendapatkan hasil identik, karena respons metabolisme masing-masing berbeda.

Melansir dari laman YourTango pada Selasa (03/03), menyebutkan lima alasan mengapa berat badan susah turun meski usaha sudah maksimal.

  1. Stres kronis meningkatkan hormon kortisol

Stres berkepanjangan dapat meningkatkan produksi hormon kortisol. Hormon ini berperan dalam respons tubuh terhadap tekanan.

Kadarnya hormon kortisol yang terlalu tinggi, dapat memicu peningkatan nafsu makan dan penyimpanan lemak, terutama di area perut.

Penelitian menunjukkan bahwa kadar kortisol yang tinggi berkaitan dengan peningkatan risiko obesitas dan gangguan metabolisme.

Dalam kondisi stres kronis, tubuh cenderung mempertahankan cadangan energi sebagai mekanisme bertahan hidup, sehingga berat badan lebih sulit turun.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore