Ilustrasi stunting. (JawaPos)
Pola makan yang keliru, pemahaman gizi yang salah, hingga kebiasaan konsumsi yang tidak seimbang menjadi faktor yang kerap luput dari perhatian.
Dokter Spesialis Konsultasi Gizi Klinik, dr. Jovita Amelia, MSc, Sp.GK, menegaskan bahwa status sosial ekonomi tidak selalu sejalan dengan kualitas gizi. Anak dari keluarga mampu tetap berisiko mengalami masalah gizi bila pola makannya tidak sesuai kebutuhan.
Salah Paham Gizi Jadi Pemicu
Menurut dr. Jovita, salah satu penyebab utama masalah gizi, baik kurang maupun berlebih pada kelompok menengah ke atas adalah pemahaman gizi yang keliru di masyarakat. Informasi yang beredar luas di media sosial sering kali justru menyesatkan.
“Iya, lebih karena pemahaman gizi yang kurang atau kadang mungkin ikut ajaran sesat di media sosial,” ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (24/1)?
Ia menjelaskan, banyak orang tua mengikuti tren pola makan tertentu tanpa memahami kebutuhan gizi anak secara menyeluruh. Akibatnya, asupan gizi tidak terpenuhi secara optimal atau justru berlebihan.
Cara Mencegah Anak Kurang Gizi
Untuk mencegah anak mengalami kurang gizi, dr. Jovita menekankan pentingnya melihat kebiasaan makan anak secara menyeluruh. Orang tua perlu memastikan apakah asupan harian anak sudah mencukupi kebutuhan kalorinya.
Selain itu, jam makan anak juga perlu diperhatikan. Pola makan yang tidak teratur dapat memengaruhi asupan energi dan nutrisi harian.
“Kebutuhan kalori anak harus disesuaikan dengan usia dan aktivitasnya, komposisi makanannya benar, dan jam makannya juga harus tepat,” jelas dr. Jovita.
Komposisi gizi yang dianjurkan tetap mengacu pada prinsip gizi seimbang, dengan pembagian karbohidrat, protein, serta sayur dan buah yang proporsional, disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak.
Dampak Buruk Gizi Berlebih dan Kurang Gizi
Gizi berlebih maupun kurang sama-sama membawa dampak serius bagi kesehatan. Kelebihan gizi dapat menyebabkan obesitas, yang menjadi faktor risiko berbagai penyakit metabolik seperti diabetes dan gangguan jantung.
Sementara itu, kurang gizi dapat berujung pada malnutrisi yang membuat daya tahan tubuh menurun sehingga anak lebih mudah terserang penyakit. Pada anak, kondisi kurang gizi juga berdampak jangka panjang.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
