Ilustrasi seorang perempuan yang sedang melakukan buang air besar di pagi hari (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Buang air besar (BAB) adalah proses alami tubuh untuk mengeluarkan sisa-sisa makanan yang tidak dibutuhkan setelah proses pencernaan. Proses ini terjadi di akhir sistem pencernaan ketika usus besar menyerap air dari sisa makanan, membentuk feses, lalu mendorongnya keluar melalui rektum dan anus.
Frekuensi buang air besar dapat berbeda pada setiap orang, umumnya antara satu kali per hari atau setidaknya tiga kali per minggu. Sama halnya dengan waktu BAB seseorang, ada yang terbiasa pagi sebelum beraktivitas atau terdapat juga yang rutin di malam hari sebelum tidur.
Hal ini tentunya tergantung pada pola makan, gaya hidup dan kondisi tubuh masing-masing. Namun, di antara perbedaan tersebut, apakah ada waktu terbaik untuk seseorang melakukan BAB? Mari simak penjelasan berikut ini.
Kapan Waktu Terbaik untuk BAB
Waktu paling ideal untuk buang air besar adalah ketika rasa mulas pertama kali muncul, biasanya terjadi pada pagi hari setelah sarapan. Menurut Milton Keynes University Hospital, saat dorongan atau rasa ingin buang air besar muncul, feses akan lebih mudah keluar tanpa perlu mengejan terlalu keras.
Menahan atau mengejan berlebihan dapat memberi tekanan pada otot-otot panggul, yang akhirnya membuat pengosongan usus menjadi kurang efektif dan meningkatkan risiko wasir. Dikutip dari Hello Sehat, sebaiknya segera ke toilet saat muncul rasa mulas dan jangan menundanya agar kesehatan pencernaan tetap terjaga.
Namun, tidak masalah jika keinginan buang air besar muncul di waktu lain karena setiap orang biasanya akan berbeda kondisi. Pada umumnya, frekuensi normal BAB adalah sekali setiap hari hingga tiga kali dalam seminggu.
Cara Memperlancar Saluran Pencernaan agar BAB Rutin
Dikutip dari Halodoc, terdapat beberapa cara yang bisa kamu lakukan agar saluran pencernaan lancar dan BAB tetap dalam kondisi normal.
1. Cukupi Kebutuhan Cairan Tubuh
Ketika mengalami sembelit, sebaiknya jangan langsung mengonsumsi obat pencahar. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah memperbanyak asupan air putih.
Kekurangan cairan atau dehidrasi merupakan penyebab umum sembelit, karena tubuh akan menyerap lebih banyak air dari usus besar. Idealnya, orang dewasa dianjurkan untuk minum sekitar delapan gelas air setiap hari agar pencernaan tetap lancar.
2. Konsumsi Bahan Pangan Tinggi Serat
Selain memperbanyak minum air, mencukupi kebutuhan serat juga penting untuk menjaga kelancaran pencernaan. Disarankan mengonsumsi sekitar 25-50 gram serat per hari agar buang air besar lebih mudah.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
