
Ilustrasi es batu yang biasa menjadi camilan bagi sebagian orang. (Freepik)
JawaPos.com - Kamu mungkin tanpa sadar sering ngemil es batu, atau melihat orang di sekitar yang punya kebiasaan ini. Entah saat sedang menikmati minuman dingin di kafe, atau bahkan di rumah ketika mengambil es dari kulkas. Kebiasaan mengunyah es batu ini mungkin terlihat sepele dan dianggap hanya sebagai cara untuk menyegarkan diri di cuaca panas. Namun, tahukah kamu bahwa keinginan berlebihan untuk mengonsumsi es batu sebenarnya bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan tertentu yang perlu diwaspadai.
Kebiasaan ngemil es batu yang berlebihan ini memiliki istilah medis tersendiri, yaitu pagophagia. Pagophagia merupakan kondisi di mana seseorang mengalami keinginan yang kuat dan tidak terkendali untuk mengunyah es batu secara terus-menerus. Kondisi ini termasuk dalam gangguan pica, yaitu gangguan makan yang ditandai dengan keinginan mengonsumsi benda atau zat yang tidak memiliki nilai gizi. Seseorang dengan pagophagia bisa menghabiskan setidaknya satu baki es batu setiap harinya, bahkan kebiasaan ini cenderung memburuk saat mereka mengalami stres.
Kebiasaan ini ternyata juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor kesehatan lainnya. Seperti yang dilansir dari Very Well Health, Keinginan untuk mengonsumsi es batu bukan sekadar kebiasaan biasa, melainkan bisa menjadi sinyal dari tubuh bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Para ahli kesehatan telah mengidentifikasi berbagai penyebab di balik kebiasaan ini, mulai dari masalah nutrisi hingga kondisi psikologis tertentu yang perlu mendapat perhatian serius.
1. Dehidrasi
Ngemil es batu memang bisa membantu rehidrasi dan mengatur suhu tubuh, terutama saat cuaca panas. Namun, jika kamu merasa selalu ingin mengunyah es batu, ini bisa menjadi tanda bahwa tubuh kamu kekurangan cairan. Alih-alih terus bergantung pada es batu, sebaiknya pastikan kamu mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup setiap harinya. Tubuh yang terhidrasi dengan baik akan mengurangi keinginan berlebihan untuk mengonsumsi es.
2. Masalah Nutrisi
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa keinginan untuk mengonsumsi es batu bisa menjadi tanda bahwa tubuh membutuhkan asupan nutrisi akibat kekurangan zinc atau kalsium. Dimana mineral-mineral ini sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan dan memiliki peran dalam penyerapan zat besi di dalam tubuh. Ketika tubuh kekurangan mineral ini, otak bisa mengirimkan sinyal yang salah berupa keinginan untuk mengunyah es. Meskipun es tidak mengandung nutrisi yang dibutuhkan, tubuh tetap mencari cara untuk mengatasi defisiensi yang dialami.
3. Anemia Defisiensi Besi
Zat besi berperan penting dalam produksi sel darah merah yang sehat di dalam tubuh. Kekurangan zat besi menyebabkan penurunan jumlah sel darah merah, kondisi yang dikenal sebagai anemia defisiensi besi. Beberapa orang dengan defisiensi besi mengalami keinginan tiba-tiba untuk mengunyah es yang semakin intensif ketika kadar besi dalam tubuh menurun. Selain keinginan kuat untuk mengonsumsi es, tanda-tanda lain dari anemia defisiensi besi meliputi kelelahan, kelemahan, sakit kepala, dan warna kebiruan pada bagian putih mata.
4. Kehamilan, Menstruasi, dan Menyusui
Defisiensi besi juga bisa terjadi akibat tubuh kehilangan darah. Dilansir dari Very Well Health, peneliti menemukan bahwa keinginan mengonsumsi es batu lebih banyak ditemukan pada seseorang yang sedang hamil, menstruasi, atau menyusui. Karena selama kehamilan dan masa pasca melahirkan, termasuk fase menyusui, maka risiko anemia meningkat karena kebutuhan zat besi yang lebih tinggi.
Selain itu, selama siklus menstruasi, beberapa orang juga mengalami siklus yang berat dan dapat memicu respons anemia. Hal-hal tersebutlah yang kemudian memunculkan keinginan untuk mengonsumsi es batu.
5. Gangguan Pica
Pica merupakan gangguan yang menyebabkan seseorang mengonsumsi benda-benda yang bukan makanan atau zat yang tidak memiliki nilai nutrisi, termasuk es secara berlebihan. Ketika es menjadi objek yang dikonsumsi, kondisi ini disebut sebagai pagophagia. Pola makan abnormal ini bisa mengakibatkan seseorang mengonsumsi setidaknya satu baki es batu setiap hari, bahkan ketika mengalami stres kondisi ini akan semakin memburuk.
6. Gangguan Emosional

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
