
Ilustrasi seseorang yang mengalami alergi akibat tungau kasur. (Freepik)
JawaPos.com - Pernahkah kamu merasa gatal-gatal atau bersin-bersin di pagi hari padahal tidak sedang flu? Atau mungkin hidung tersumbat setiap kali bangun tidur tanpa sebab yang jelas? Bisa jadi, kasur yang kamu gunakan setiap hari menyimpan jutaan makhluk kecil yang menjadi biang keladi masalah tersebut. Kondisi ini sering kali diabaikan karena gejalanya mirip dengan alergi biasa, padahal penyebabnya ada di tempat yang paling dekat dengan kita, yaitu tempat tidur.
Kasur, bantal, dan selimut yang tampak bersih ternyata bisa menjadi rumah bagi makhluk mikroskopis yang dapat memicu berbagai reaksi alergi. Meski tidak terlihat oleh mata telanjang, keberadaan mereka sangat nyata dan dapat memengaruhi kualitas hidup sehari-hari. Apalagi bagi orang-orang yang memiliki sistem imun sensitif atau riwayat alergi, paparan terhadap makhluk ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan yang cukup mengganggu.
Tungau kasur atau tungau debu (dust mites) adalah hewan kecil berukuran mikroskopis yang termasuk dalam keluarga laba-laba (arachnida). Makhluk berukuran sekitar 0,2-0,3 milimeter ini tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, namun dapat hidup dan berkembang biak dengan sangat cepat di lingkungan rumah, terutama di kasur, bantal, karpet, dan furnitur berlapis kain. Tungau debu memakan sel-sel kulit mati yang rontok dari tubuh manusia dan hewan peliharaan setiap harinya.
Lingkungan yang hangat dan lembab menjadi habitat ideal bagi tungau kasur untuk berkembang biak. Suhu ruangan sekitar 20-25 derajat Celsius dengan kelembaban tinggi menciptakan kondisi sempurna bagi mereka untuk hidup dan berkembang. Dalam satu gram debu rumah, bisa terdapat ratusan hingga ribuan tungau beserta kotorannya yang menjadi pemicu utama reaksi alergi pada manusia.
Namun fakta menariknya, tungau kasur sebenarnya tidak menggigit atau menyebabkan penyakit secara langsung. Namun, protein yang terkandung dalam kotoran dan tubuh tungau yang sudah mati inilah yang menjadi alergen kuat bagi sistem kekebalan tubuh manusia. Partikel-partikel ini sangat ringan sehingga mudah terbang di udara saat kita bergerak di tempat tidur atau membersihkan rumah, lalu terhirup masuk ke dalam saluran pernapasan.
Gejala alergi tungau kasur paling sering menyerang sistem pernapasan dan dapat berlangsung sepanjang tahun, bukan hanya musiman seperti alergi serbuk sari. Penderita biasanya mengalami bersin-bersin berulang, terutama di pagi hari saat bangun tidur atau saat membersihkan kamar. Hidung tersumbat atau meler dengan cairan bening, gatal pada hidung, langit-langit mulut, atau tenggorokan juga menjadi keluhan yang umum dialami.
Selain gejala pada hidung, mata juga dapat terkena dampaknya dengan menunjukkan tanda-tanda seperti mata merah, berair, dan gatal. Beberapa orang juga mengalami batuk-batuk, terutama di malam hari atau dini hari yang dapat mengganggu kualitas tidur. Pada kasus yang lebih serius, alergi tungau kasur dapat memicu atau memperburuk kondisi asma dengan gejala seperti sesak napas, mengi (bunyi ngik-ngik saat bernapas), dan dada terasa sesak atau nyeri.
Adapun gejala pada kulit yang juga bisa muncul, terutama pada orang yang memiliki kondisi eksim atau dermatitis atopik. Kulit menjadi gatal, kemerahan, dan kering, terutama di area yang sering bersentuhan dengan kasur atau bantal seperti wajah, leher, dan lengan. Intensitas gejala biasanya meningkat saat berada di dalam ruangan tertutup, terutama kamar tidur, dan membaik saat berada di luar rumah atau di lingkungan dengan sirkulasi udara yang baik.
Untuk itu, Mayo Clinic menyoroti beberapa jenis obat yang dapat membantu meredakan gejala alergi tungau kasur. Namun, penanganan ini harus disesuaikan lagi dengan tingkat keparahan gejala dan respons tubuh.
1. Obat Antihistamin
Antihistamin bekerja dengan cara memblokir histamin, zat kimia yang dilepaskan tubuh saat terjadi reaksi alergi, sehingga efektif mengurangi gatal, bersin, dan hidung meler.
Tersedia antihistamin tablet yang bisa dibeli tanpa resep dokter seperti fexofenadine (Allegra Allergy), loratadine (Alavert, Claritin), dan cetirizine (Zyrtec Allergy), juga tersedia dalam bentuk sirup untuk anak-anak.
Antihistamin jenis semprot hidung dengan resep dokter seperti azelastine dan olopatadine (Patanase) memberikan efek langsung pada area yang bermasalah.
2. Semprotan Hidung Kortikosteroid

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
