
Ilustrasi area rahim dan vagina yang menjadi tempat berkembangnya kanker serviks. (Freepik)
JawaPos.com - Kanker serviks adalah jenis kanker yang berkembang pada leher rahim, yaitu bagian bawah rahim yang menghubungkan rahim dengan vagina. Kanker serviks muncul akibat terjadinya perubahan atau mutasi pada sel-sel sehat di leher rahim.Perubahan ini membuat sel-sel tersebut tumbuh secara tidak normal dan tidak terkendali hingga akhirnya membentuk sel kanker.
Penyebab pasti dari mutasi gen tersebut belum diketahui, tetapi kondisi ini sering dikaitkan dengan infeksi Human Papillomavirus (HPV), yaitu virus yang dapat menular melalui aktivitas seksual.
Kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker yang paling sering menyerang wanita, terutama yang aktif secara seksual dan tidak mendapatkan vaksinasi HPV. Di Indonesia, kanker serviks merupakan jenis kanker terbanyak kedua yang menyerang wanita setelah kanker payudara.
Jenis Kanker Serviks
Kanker serviks memiliki dua jenis utama yaitu Karsinoma Sel Skuamosa (KSS) dan Adenokarsinoma. Dikutip dari Alodokter, KSS merupakan tipe kanker serviks yang paling umum ditemukan. Infeksinya berawal dari sel skuamosa, yaitu sel yang melapisi permukaan luar leher rahim.
Jenis lainnya adalah Adenokarsinoma, yaitu jenis kanker serviks yang berkembang dari sel-sel kelenjar yang terdapat pada saluran leher rahim. Meskipun jarang, kedua jenis kanker serviks tersebut dapat muncul secara bersamaan. Selain itu, kanker serviks juga dapat berkembang pada sel selain sel skuamosa maupun sel kelenjar, tetapi kasus ini sangat jarang ditemukan.
Tahapan Stadium dalam Kanker Serviks
Stadium kanker serviks ditentukan berdasarkan ukuran tumor utama, sejauh mana kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya, serta apakah kanker telah menjalar ke organ tubuh lainnya. Berdasarkan kriteria tersebut, kanker serviks dibagi menjadi lima stadium.
Dikutip dari HelloSehat, berikut tahapan kanker serviks beserta penjelasannya berdasarkan dari Cancer Research UK.
1. Kanker Serviks Stadium 0
Stadium ini dikenal sebagai kanker non invasif atau Carcinoma in Situ (CIS). Pada tahap ini, sel kanker masih terbatas pada lapisan paling luar dari serviks (leher rahim) dan belum menyebar ke jaringan yang lebih dalam.
Biasanya, kanker serviks stadium 0 ditangani dengan prosedur ablasi lokal, ablasi laser, atau cryosurgery. Setelah menjalani pengobatan, pasien tetap perlu menjalani pemantauan seumur hidup guna mencegah kambuhnya kanker di area serviks.
Baca Juga: Hubungan Antara Pola Makan dan Kesejahteraan Mental, Benarkah 'Kita Adalah Apa yang Kita Makan?'
2. Kanker Serviks Stadium 1
Kanker serviks stadium 1 terjadi ketika sel kanker mulai menyerang jaringan leher rahim, tetapi belum menyebar ke organ atau kelenjar getah bening di sekitarnya. Gejalanya dapat berupa perdarahan vagina yang tidak normal, nyeri panggul saat berhubungan seksual, keputihan tidak wajar, dan kesulitan buang air besar.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
