
Seorang pria yang terlihat bingung (dok. freepik)
JawaPos.com - Bayangkan saat Anda melihat hutan, namun yang terlihat hanyalah pohon-pohon terpisah tanpa mampu mengenali bahwa itu adalah hutan. Atau ketika ingin meraih benda di depan mata, tangan justru meleset dan menyenggol barang lain. Fenomena inilah yang dapat terjadi pada penderita Balint syndrome, suatu kondisi neurologis langka yang memengaruhi persepsi visual dan koordinasi gerakan.
Balint syndrome, yang juga dikenal dengan istilah Balint-Holmes syndrome, pertama kali dijelaskan oleh Rudolf Bálint pada tahun 1909. Kondisi ini disebabkan oleh kerusakan pada area otak, terutama lobus parietal di kedua sisi, dan terkadang juga melibatkan lobus oksipital.
Lobus parietal berperan penting dalam persepsi sensorik, sedangkan lobus oksipital berfungsi utama dalam penglihatan. Jika kedua area ini mengalami kerusakan, maka fungsi visual terganggu dan menimbulkan gejala khas Balint syndrome.
Kasus Balint syndrome sangat jarang ditemukan. Kebanyakan laporan berasal dari orang dewasa, meski ada juga catatan yang menunjukkan kondisi ini dapat terjadi pada anak-anak usia dini.
Gejala Utama Balint Syndrome
Melansir Medical News Today, balint syndrome memiliki tiga gejala khas yang muncul dalam berbagai tingkat keparahan pada setiap individu.
Pertama adalah simultanagnosia, yakni kesulitan dalam memproses keseluruhan objek secara bersamaan. Misalnya, seseorang bisa melihat sebuah pohon, tetapi gagal mengenali bahwa kumpulan pohon tersebut adalah hutan. Kondisi ini juga dapat memengaruhi kemampuan membaca atau mengenali wajah di keramaian.
Gejala kedua adalah optik ataksia, yaitu gangguan koordinasi mata dan tangan. Informasi visual dari mata tidak dapat digunakan otak secara efektif untuk mengontrol gerakan. Akibatnya, penderita sering menjatuhkan benda atau kesulitan meraih objek dengan tepat.
Gejala ketiga adalah okulomotor apraksia, di mana gerakan mata menjadi terbatas. Penderita mungkin tidak bisa mengalihkan pandangan dengan mudah atau matanya tampak bergerak tanpa kendali. Kondisi ini sering memberi kesan bahwa mereka sedang menatap kosong.
Selain tiga gejala inti tersebut, Balint syndrome dapat menimbulkan tantangan besar dalam kehidupan sehari-hari, terutama terkait dengan aktivitas yang memerlukan persepsi ruang dan koordinasi gerakan.
Perbedaan dengan Anton Syndrome
Balint syndrome kerap disamakan dengan Anton syndrome, padahal keduanya memiliki perbedaan mendasar. Pada Balint syndrome, penderita masih bisa melihat tetapi mengalami gangguan dalam memproses dan mengoordinasikan informasi visual.
Sebaliknya, pada Anton syndrome terjadi kebutaan total akibat kerusakan lobus oksipital, namun penderita tetap meyakini dirinya bisa melihat. Kondisi ini disebut sebagai anosognosia visual, yaitu penolakan terhadap kehilangan penglihatan. Bahkan, penderita sering menjelaskan lingkungan seakan-akan masih bisa melihat, meski sebenarnya tidak.
Penyebab dan Faktor Risiko
Penyebab paling umum dari Balint syndrome adalah stroke atau adanya gumpalan darah di otak. Namun, kondisi ini juga bisa dipicu oleh cedera kepala, infeksi otak, tumor, keracunan karbon monoksida, hingga kekurangan oksigen.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022