Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 September 2025 | 13.36 WIB

5 Bahaya Menyimpan Dendam, Bisa Picu Penyakit Serius bagi Tubuh dan Pikiran

Ilustrasi Dendam (Canva) - Image

Ilustrasi Dendam (Canva)

JawaPos.com - Memaafkan memang terasa sulit, terlebih ketika luka hati masih membekas dan emosi negatif menguasai pikiran kita. Kebiasaan ini sering menumbuhkan sifat pendendam.

Selain itu, sifat pendendam membuat seseorang lebih mudah terjebak dalam lingkaran kemarahan. Sayangnya, kondisi ini tak hanya merugikan batin, tetapi juga menyerang kesehatan tubuh.

Menyimpan dendam dalam waktu lama bisa memicu stres berlebih hingga mengganggu kinerja organ penting. Dampaknya, tubuh menjadi lebih rentan terserang berbagai penyakit serius.

Dilansir dari laman Hellosehat.com dan Halodoc.com, berikut ini beberapa bahaya menyimpan dendam terhadap kesehatan fisik atau mental yang patut diwaspadai.

1. Mengubah Susunan Hormon Otak

⁠Saat dendam dipelihara, tubuh melepaskan hormon kortisol lebih banyak. Kondisi ini membuat tubuh terus berada dalam keadaan tegang.

Kelebihan kortisol menekan produksi hormon oksitosin, padahal hormon ini penting untuk menjaga kestabilan emosi serta memperkuat ikatan sosial dengan orang sekitar.

Ketidakseimbangan kedua hormon ini dapat mengganggu kesehatan mental, meningkatkan kecemasan, dan mengurangi kemampuan seseorang dalam mengendalikan stres secara sehat.

Lama-kelamaan, kondisi tersebut berisiko merusak fungsi otak, menurunkan konsentrasi, serta memperburuk kualitas hubungan sosial dan emosional dalam kehidupan sehari-hari.

2. Memicu Gaya Hidup Tidak Sehat

Emosi negatif yang terus dipendam sering membuat seseorang mencari pelampiasan instan. Dampaknya, kebiasaan merokok atau konsumsi makanan tinggi kalori lebih sering dilakukan.

Kebiasaan tersebut tanpa disadari meningkatkan risiko berbagai penyakit, mulai dari obesitas, gangguan pencernaan, hingga penyakit kronis yang sulit ditangani di kemudian hari.

Selain itu, menyimpan dendam membuat seseorang kurang peduli pada kesehatannya. Misalnya jarang berolahraga, sulit tidur nyenyak, atau malas melakukan aktivitas bermanfaat.

Kondisi ini bila dibiarkan akan memperburuk kualitas hidup dan meningkatkan risiko terkena penyakit serius, termasuk diabetes dan gangguan metabolisme tubuh lainnya.

3. Meningkatkan Risiko Kerusakan Jantung

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore