Ilustrasi seorang anak yang mengalami kaki leter o sedang belajar berjalan (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Kaki leter O adalah kondisi ketika kedua tungkai bagian bawah melengkung keluar, sehingga lutut tidak saling menempel saat berdiri tegak dengan pergelangan kaki rapat. Kondisi ini memiliki istilah medis yaitu genu varum, yang memiliki ciri bentuk kaki menyerupai huruf 'O', sehingga sering disebut kaki O.
Kelainan ini umumnya dialami bayi berusia 12 hingga 18 bulan, dan biasanya akan membaik secara alami ketika anak mencapai usia 3 sampai 4 tahun. Pada anak dengan kondisi ini, saat berdiri dengan menutup rapat kaki dan pergelangan kaki, kedua lutut justru terlihat renggang. Akibatnya, bentuk kaki tampak menyerupai busur.
Penyebab Kaki Leter O
Penyebab kaki O bervariasi, mulai dari fase pertumbuhan pada balita hingga masalah pada struktur tulang. Jika lengkungan terlalu parah atau menetap hingga usia dewasa, kaki O bisa menimbulkan keluhan seperti nyeri pada lutut, ketidakseimbangan saat berjalan, hingga risiko lebih tinggi terkena osteoarthritis.
Dikutip dari Alodokter, berikut beberapa penyebabnya.
1. Rakitis
Rakitis merupakan penyebab paling sering dari kondisi kaki berbentuk O pada anak. Penyakit tulang ini terjadi akibat kurangnya asupan vitamin D dalam jangka panjang. Akibatnya, tulang menjadi lemah dan pertumbuhan tungkai bawah tampak bengkok, sehingga kaki terlihat menyerupai huruf O.
2. Penyakit Blount
Kondisi kaki O yang berlangsung lama pada anak dapat dipicu oleh penyakit Blount, yaitu gangguan pertumbuhan pada tulang tungkai. Kelainan ini bisa terdeteksi sejak usia dini, tetapi ada juga yang baru diketahui saat memasuki masa remaja.
Jika tidak ditangani, penyakit Blount berpotensi menimbulkan masalah pada sendi lutut seiring berjalannya waktu. Salah satu faktor risiko munculnya penyakit Blount adalah kebiasaan anak belajar berjalan terlalu cepat. Idealnya, anak mulai berjalan mandiri pada usia 11–14 bulan. Risiko penyakit ini juga lebih tinggi pada anak dengan berat badan berlebih atau obesitas.
3. Penyakit Paget
Penyakit Paget termasuk kondisi yang sangat jarang dialami anak-anak. Meski begitu, jika kelainan metabolik ini terjadi maka dapat mengganggu pertumbuhan tulang sehingga tidak berkembang normal dan menjadi rapuh. Selain memicu terbentuknya kaki O pada anak, penyakit Paget juga berpotensi menimbulkan gangguan pada persendian.
4. Dwarfisme
Dwarfisme adalah kelainan pada pertumbuhan jaringan tubuh, yang membuat penderitanya memiliki postur pendek. Kondisi ini dapat memicu gangguan pada tulang yang disebut achondroplasia, sehingga menyebabkan terbentuknya kaki O pada anak.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
