Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 September 2025 | 16.29 WIB

Merasa Nyeri di Leher setelah Menggunakan Gadget? Kenali Text Neck Syndrome dsn Gejalanya

Pria merasa nyeri di bagian leher saat bekerja (dok. freepik) - Image

Pria merasa nyeri di bagian leher saat bekerja (dok. freepik)

JawaPos.com - Kebiasaan menunduk menatap ponsel atau laptop dalam waktu lama ternyata bisa memicu gangguan serius pada leher dan tulang belakang. Kondisi ini dikenal sebagai text neck syndrome, atau sering disebut “leher gadget”.

Dilansir melalui Medical News Today, text neck adalah gangguan leher akibat posisi kepala yang terus-menerus menunduk saat melihat layar perangkat elektronik. Kepala manusia memiliki berat 4,5–5,5 kilogram dalam posisi netral, tetapi terasa jauh lebih berat saat condong ke depan, sehingga menambah tekanan pada otot dan tulang belakang leher.

Gejala umum text neck meliputi nyeri leher yang bisa ringan hingga parah, nyeri punggung atas, nyeri bahu, sakit kepala tegang, keterbatasan gerak leher, otot kaku, serta perubahan postur tubuh. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas harian dan kualitas hidup.

Penyebab Utama dan Faktor Pemicu

Penggunaan ponsel menjadi penyebab paling sering, namun perangkat lain juga berperan. Pemakaian komputer atau laptop dengan layar tidak sejajar mata, membaca tablet atau e-reader dalam posisi menunduk, hingga bermain gim berjam-jam dapat memicu text neck. Semua aktivitas yang membuat kepala condong ke depan berulang kali meningkatkan risiko.

Tanpa penanganan, text neck dapat berkembang menjadi nyeri kronis, ketidakseimbangan otot leher dan punggung atas, kelainan lengkungan tulang belakang, hingga penyakit degeneratif pada bantalan tulang (degenerative disc disease). Bahkan, tekanan berkepanjangan bisa menjepit saraf dan menyebabkan kesemutan atau mati rasa pada lengan dan tangan.

Pencegahan Sehari-hari

Langkah pencegahan meliputi menjaga kepala tetap dalam posisi netral, memegang atau menempatkan perangkat sejajar mata, serta sering beristirahat untuk meregangkan leher dan bahu. Aksesori ergonomis seperti penyangga laptop atau holder ponsel juga sangat membantu.

Memperbaiki postur, mengurangi waktu menatap layar, serta rutin melakukan peregangan dapat mempercepat pemulihan. Gunakan bantal penopang leher yang sesuai saat tidur dan pertahankan kebiasaan duduk tegak untuk mendukung kesehatan tulang belakang.

Tidur menyamping atau telentang direkomendasikan untuk mengurangi tekanan pada leher dan punggung. Hindari tidur tengkurap karena dapat memperburuk ketegangan otot.

Selain itu, mengatur ketinggian layar komputer, memakai kursi dengan penopang punggung, dan memastikan posisi duduk ergonomis dapat mengurangi risiko text neck. Lingkungan kerja yang tepat sama pentingnya dengan kebiasaan pribadi.

Membatasi durasi penggunaan gadget dan mengatur jeda waktu istirahat setiap 30 menit adalah langkah praktis. Edukasi tentang pentingnya postur tubuh bagi anak-anak dan remaja juga perlu ditingkatkan.

Opsi Perawatan

Jika sudah dirasa cukup parah, ada baiknya datang ke pihak profesional. Penanganan text neck meliputi fisioterapi, terapi chiropractic, pijat, serta latihan peregangan untuk memperkuat otot leher dan punggung atas. Obat pereda nyeri dapat membantu meredakan keluhan. Operasi jarang diperlukan dan hanya dipertimbangkan bila gejala berat tidak membaik dengan terapi lain. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore