
Journaling, pernapasan dalam, hingga me time sederhana terbukti ampuh membantu mengatasi stres sehari-hari
JawaPos.com - Kecemasan bisa terasa seperti beban berat yang sulit dihilangkan, bahkan setelah melakukan latihan pernapasan. Namun, faktanya, ada banyak faktor lain di balik rasa cemas yang terus datang.
Seringkali, kecemasan adalah sinyal dari tubuh dan pikiran bahwa ada sesuatu dalam hidup kita yang tidak seimbang atau tidak sesuai dengan nilai-nilai yang kita anut. Mengatasi kecemasan berarti melihat lebih dalam pada akar permasalahannya, bukan sekadar meredakan gejalanya.
Dengan pendekatan yang tepat, kamu bisa membangun hubungan baru dengan kecemasan, menganggapnya sebagai petunjuk berharga untuk membuat perubahan yang lebih baik dalam hidup.
Berikut adalah 3 cara ampuh yang bisa membantumu meredakan kecemasan tanpa hanya bergantung pada pernapasan seperti dirangkum dari laman Your Tango!
Sering kali, sumber utama kecemasan adalah ketidakselarasan emosional. Ini bisa terjadi saat kamu terus mengatakan "ya" pada hal-hal yang sebenarnya kamu ingin tolak. Mulailah dengan membuat daftar.
Tanyakan pada dirimu sendiri, apakah ada komitmen pekerjaan, hubungan, atau rencana sosial yang sebenarnya membuatmu lelah? Setelah itu, tanyakan pada dirimu, apakah kamu siap untuk melepaskan hal-hal tersebut? Membiarkan hal-hal yang tidak sejalan dengan dirimu pergi bisa sangat melegakan dan mengurangi beban pikiranmu.
Kecemasan bisa jadi alarm yang menunjukkan bahwa kamu butuh batasan yang lebih kuat. Jika jadwalmu terasa terlalu padat atau kamu merasa lelah karena terus-menerus memberikan energi, ini adalah saatnya untuk bertindak.
Contohnya, jika pekerjaan membuatmu kehabisan energi, cobalah untuk menetapkan batasan waktu kerja yang lebih jelas, seperti membatasi jam rapat atau menolak tugas di luar jam kerja. Menghormati batasan yang kamu buat sendiri adalah langkah awal.
Ingatlah, jika kamu tidak menghormati batasanmu, orang lain pun tidak akan melakukannya. Dengan batasan yang kuat, kamu akan memiliki lebih banyak waktu dan energi untuk hal-hal yang benar-benar penting, seperti keluarga dan teman-teman.
Sering kali, kita mengatakan "baik-baik saja" padahal sebenarnya tidak. Ketidakjujuran ini, baik pada diri sendiri maupun orang lain, bisa menjadi sumber kecemasan.
Mulailah dengan bertanya, Di mana letak ketidakjujuran yang kamu sembunyikan? Apa yang kamu katakan baik-baik saja padahal tidak sama sekali? Menjawab pertanyaan-pertanyaan ini akan membantu kamu menghilangkan ketegangan yang kamu tahan.
Dengan bersikap jujur, kamu mengubah hubungan dengan kecemasan. Alih-alih menjadi hal yang menyebalkan, kecemasan menjadi petunjuk bahwa ada ketidakselarasan atau kebutuhan untuk lebih jujur.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
