
Pasangan tua. (dok. Freepik)
JawaPos.com - Penuaan adalah hal alami yang tidak bisa dihindari. Namun, ternyata proses menua tidak selalu berjalan dengan kecepatan yang sama sejak kita lahir. Ada masa-masa tertentu ketika tubuh seolah “tua lebih cepat” dari biasanya.
Dilansir melalui Medical News Today, penelitian terbaru menemukan bahwa sekitar usia 50 tahun adalah titik penting di mana organ dan jaringan tubuh mengalami perubahan besar. Pada fase ini, banyak protein dalam tubuh, yang berperan penting dalam menjaga fungsi organ, mulai berubah drastis.
Menurut Guang-Hui Liu, PhD, peneliti dari Chinese Academy of Sciences, penuaan bukan hanya soal keriput di kulit atau rambut memutih, melainkan proses mendalam yang melibatkan hampir semua organ tubuh.
Ia menjelaskan, usia 45–55 tahun merupakan “jendela kritis” di mana tubuh mengalami badai molekuler, yaitu perubahan besar pada protein yang memengaruhi kesehatan jangka panjang.
Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Cell, para ilmuwan memeriksa jaringan tubuh dari 76 donor berusia 14 hingga 68 tahun. Mereka menemukan bahwa perubahan protein paling banyak terjadi pada sistem kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah). Hal ini bisa menjelaskan mengapa risiko penyakit jantung, perlemakan hati, hingga fibrosis meningkat seiring bertambahnya usia.
Dokter jantung Cheng-Han Chen menilai temuan ini sangat penting karena bisa membantu memahami perubahan biokimia tubuh yang menyebabkan penuaan. Pengetahuan ini berpotensi menjadi dasar pengembangan terapi baru agar orang bisa tetap sehat meski usia bertambah.
Sementara itu, dokter geriatrik Manisha Parulekar menambahkan bahwa penumpukan protein abnormal, seperti amiloid yang selama ini identik dengan penyakit Alzheimer, ternyata juga terjadi di berbagai organ lain, bukan hanya di otak. Ini menegaskan bahwa penuaan adalah proses yang memengaruhi seluruh tubuh.
Penelitian ini juga memberi harapan baru dalam dunia medis: dari yang selama ini fokus mengobati penyakit, menjadi lebih proaktif dalam menjaga kesehatan sejak dini.
Dengan mengetahui kapan tubuh mulai mengalami percepatan menua, kita bisa mengambil langkah lebih tepat agar tidak hanya hidup lebih lama, tetapi juga lebih sehat dan bugar di usia tua.
Ke depan, para ahli berharap penelitian lanjutan bisa dilakukan dalam jangka panjang, mengikuti individu dari muda hingga tua, untuk melihat secara detail bagaimana gaya hidup dan faktor genetik memengaruhi proses penuaan. (*)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
