Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 31 Agustus 2025 | 03.50 WIB

Jangan Panik! Cara Tepat dan Aman Mengurangi Efek Berbahaya Paparan Gas Air Mata

Gas air mata dapat menimbulkan gangguan pernapasan hingga risiko kematian (Dok. Unsplash) - Image

Gas air mata dapat menimbulkan gangguan pernapasan hingga risiko kematian (Dok. Unsplash)

JawaPos.com - Gas air mata kerap digunakan untuk mengendalikan massa saat terjadi aksi protes atau kerusuhan. Sayangnya, paparan gas ini bisa menimbulkan efek yang cukup mengganggu, seperti sesak napas, mata perih, hingga sensasi terbakar pada kulit.

Di berbagai tayangan televisi dan media sosial, sering terlihat massa aksi mengoleskan pasta gigi di wajah sebagai cara untuk meredakan efek gas air mata. Namun, menurut pakar medis, cara ini kurang efektif dan bahkan dapat membahayakan kulit.

Dilansir dari laman Halodoc.com, dr. Wisnu Pramudito D. Pusponegoro, Sp.B, dari Perhimpunan Dokter Emergency Indonesia, menegaskan bahwa pasta gigi bukanlah solusi yang tepat. 

Efek gas air mata terjadi karena zat kimia yang terhirup dan mengenai membran mukosa, bukan karena kontak langsung di permukaan kulit.

Untuk mengurangi dampak berbahaya gas air mata, berikut langkah-langkah aman yang dapat dilakukan.

1. Bilas dengan Air Bersih Mengalir

Segera bilas mata, wajah, dan area tubuh lain yang terkena gas air mata dengan air bersih mengalir selama 10 - 15 menit.

Jika memungkinkan, gunakan sabun untuk membersihkan kulit. Hal ini membantu mengurangi risiko iritasi lebih lanjut dan menghilangkan partikel zat kimia yang menempel.

Membilas seluruh tubuh tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga mengurangi risiko menularkan kontaminasi gas ke orang lain di sekitar.

2. Lepaskan Semua Benda yang Melekat di Tubuh

Dilansir dari Alodokter.com, langkah berikutnya adalah segera lepaskan pakaian dan benda yang menempel di tubuh, seperti:

  • Pakaian luar dan dalam.
  • Topi atau aksesoris kepala.
  • Lensa kontak.
  • Sepatu dan kaus kaki.

Jika pakaian atau barang tersebut masih ingin digunakan, pastikan mencucinya secara maksimal menggunakan air dan deterjen.

Namun, jika masih ragu apakah kontaminasi gas air mata benar-benar hilang, sebaiknya buang benda-benda tersebut ke tempat sampah khusus B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Gunakan kantong plastik tertutup agar tidak membahayakan orang lain.

3. Mandi dan Berkeramas dengan Air Dingin

Meskipun sudah membilas sebagian tubuh, mandi secara menyeluruh dengan air dingin tetap disarankan.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore