
Wujud serangga kecil bernama kamitetep. (hellosehat)
JawaPos.com - Tahukah kamu apa itu kamitetep? Dikutip dari HelloSehat, kamitetep adalah larva dari ngengat berjenis Phereoeca uterella, berasal dari famili Tinedae dan ordo Lepidoptera. Jenis ngengat ini juga masih berkerabat dengan kupu-kupu.
Serangga ini sering ditemui di dalam rumah, biasanya kamitetep dijumpai menempel pada dinding atau langit-langit rumah. Bentuk serangga ini seperti cacing kecil yang terbungkus dalam kepompong, kepompongnya terbuat dari serat lengket yang dilekatkan dengan pasir dan tanah.
Berkat ciri khasnya, sebagian orang mengenal serangga ini dengan nama bagworm, karena bentuknya yang menyerupai cacing di dalam kantong. Serangga ini menyukai tempat yang gelap, lembap dan berdebu untuk kepentingan kamuflase.
Gejala Permasalahan Kulit akibat Kamitetep
Menyentuh kamitetep dengan kulit tidak langsung menyebabkan iritasi, beberapa gejala seperti gatal biasanya terjadi karena bulunya. Kamitetep menggunakan bulunya sebagai sistem pertahanan terhadap ancaman
Dikutip dari Halodoc, jika merasa terancam kamitetep akan meninggalkan bulunya sebagai upaya untuk mengalihkan perhatian. Bulunya inilah yang menyebabkan beberapa masalah pada kulit.
Kontaminasi bulu kamitetep biasanya akan menyebabkan kulit kemerahan, ruam dan bintik merah, gatal yang dapat menyebar jika digaruk hingga pembengkakan. Jika seseorang yang terkena kondisi ini mempunyai riwayat alergi debu atau bulu hewan, gejala yang terjadi mungkin lebih buruk seperti kesulitan bernapas.
Upaya Penanganan
Tindakan pertama yang dapat dilakukan adalah dengan mencuci area yang terkontaminasi dengan air bersih yang mengalir, selanjutnya kompres menggunakan air dingin untuk meredakan gatal dan bengkak.
Jangan menggaruk area bekas terkena bulu kamitetep, karena berisiko untuk menyebarkan ke bagian tubuh lainnya. Dikutip dari HelloSehat, penggunaan salep untuk kulit gatal atau krim hidrokortison juga dapat membantu meredakan gejala tersebut.
Jika gatal belum juga hilang, konsumsi obat antihistamin seperti cetirizine atau diphenhydramine. Obat ini dapat mengurangi kadar histamin dalam tubuh, sehingga reaksi alergi berkurang. Namun, jika kondisi tak kunjung membaik segera periksa ke dokter agar mendapat perawatan khusus.
Kontaminasi terhadap kamitetep dapat dihindari dengan menjaga kebersihan, kebiasaan serangga ini yang suka terhadap tempat gelap dan lembap akan mempermudah kita untuk menemukan dan membersihkannya dari kawasan rumah. (*)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
