Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Agustus 2025 | 05.49 WIB

Wajib Tahu! Kualitas Tidur Bukan Sekadar Istirahat, Ini Pentingnya bagi Kesehatan Mental Gen Z

Ilustrasi tidur berkualitas Gen Z (Dok. Freepik)

JawaPos.com – Tidur sering kali dipandang sepele oleh kebanyakan orang di era serba cepat seperti sekarang ini. Banyak orang yang memilih bekerja lembur, menonton serial hingga larut malam, atau sibuk dengan kegiatan di media sosial. Padahal, kualitas tidur yang baik adalah hal utama untuk menjaga kesehatan mental terutama di kalangan Gen Z.

Mengapa Tidur Begitu Penting?

Tidur yang cukup memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh seperti membantu konsentrasi, mengatur suasana hati, tubuh terasa lebih segar, hingga daya tahan tubuh terhadap stress sehari-hari.

Tidur merupakan proses biologis yang tidak bisa digantikan. Saat seseorang tidur, otak melakukan "pembersihan" dengan mengatur dan memperbaiki ulang jaringan saraf, memperbaiki sel-sel tubuh, dan memeroses memori.

Melansir dari who.int, rata-rata orang dewasa membutuhkan 7-9 jam tidur permalam untuk menjaga keseimbangan fisik dan mental. Jika jam tidur kurang atau tidak cukup maka otak akan kesulitan mengatur emosi dan hormone yang berhubungan dengan kebahagian seperti hormone serotonin dan dopamin.

Sleep Foundation (2023) mengatakan bahwa tidur yang cukup membantu mengurangi resiko gangguan mental, termasuk kecemasan dan depresi berlebihan. Bahkan, kualitas tidur sering dijadikan indikator awal dalam diagnosis kesehatan mental oleh para psikolog dan psikiater.

Dampak Buruk Kurang Tidur

Kurangnya jam tidur tidak hanya membuat seseoang menguap seharian, tetapi juga membawa dampak yang lebih kompleks terhadap kesehatan mental.

Seseorang yang tidak cukup jam tidurnya, cenderung mengalami peningkatan kecemasan karena amigdala, salah satu bagian dari otak yang berperan dalam mengatur emosi menjadi lebih reaktif. Hal inilah yang membuat seseorang merasa lebih mudah cemas, tegang, bahkan tertekan dalam menghadapi rutinitas sehari-hari.

Selain itu, kurang tidur dapat memicu perubahan suasana hati atau istilah yang sering disebut Gen Z dengan mood swing yang tidak menentu. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa berujung pada masalah kesehatan mental yang lebih serius.

Sebuah studi dari Harvard Medical School menunjukkan bahwa insomnia kronis berhubungan erat dengan peningkatan resiko depresi hingga dua kali lipat. Dampak lainnya yang tidak disadari adalah menurunnya kualitas hidup.

Tidur Berkualitas Bukan Sekedar Lama

Banyak orang mengira bahwa tidur cukup selama delapan jam sudah menjamin tubuh merasa segar atau dengan menggantinya dengan tidur di siang hari bisa membuat tubuh merasa segar. Padahal, kualitas tidur tidak kalah penting dibandingkan durasinya.

Seseorang bisa saja tidur dalam waktu yang lama, tetapi belum tentu bisa bangun dengan perasaan segar. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut bisa terjadi seperti lingkungan yang tidak nyaman, pola makan yang tidak terarut, kebiasaan menggunakan gawai sebelum tidur, hingga tingkat stre harian bisa memengaruhi kualitas tidur.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore