Ilustrasi: Penyakit Gerd. (Gastro Health)
JawaPos.com - Kasus penyakit Gastroesophageal Reflux Disease atau GERD di Indonesia disebut terus meningkat di Indonesia. Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) – Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP, mengungkapkan bahwa faktor gaya hidup menjadi pemicu utama.
Mulai dari stres, kebiasaan kurang bergerak, hingga pola makan tinggi lemak seperti steak, cokelat, dan keju, turut menjadi penyebab banyaknya temuan kasus GERD dalam negeri.
“Gaya hidup memang sangat berpengaruh. Tingkat stres masyarakat kita juga semakin tinggi saat ini, kompetisinya juga semakin tinggi. Kemudian, orang cenderung dengan gadget ini tidak banyak bergerak, itu juga jadi problem,” jelas Prof. Ari kepada wartawan, Kamis (14/8).
Menurutnya, tren konsumsi masyarakat kini jug semakin mendekati pola makan ala Barat. Makanan yang dulu tergolong mahal dan jarang, kini mudah didapat bahkan dengan harga terjangkau.
Padahal, konsumsi makanan ala kebarat-baratan itulah yang membuat banyak negara seperti Amerika justru mencatatkan lebih banyak pasien GERD.
“Kalau makan, dulu mana-mana kita makan steak, sekarang steak ada di mana-mana. Itu kan salah satu musuhnya orang (GERD), cokelat keju juga. Kalau dulu susah kita dapat cokelat keju, sekarang di mana-mana murah dan bahkan produksi dalam negeri,” tuturnya.
Selain pola makan, Prof. Ari menyoroti kebiasaan konsumsi alkohol yang mulai dianggap wajar dalam interaksi sosial.
“Bahkan beberapa seperti alkohol itu sudah menjadi bagian dari aktivitas sosial. Misalnya, kalau ditanya ‘minum alkohol nggak?’ jawabnya ya paling sekali seminggu untuk sosial. Jadi alkohol itu sudah common juga di masyarakat kita,” katanya.
Kebiasaan merokok pun masih menjadi masalah besar. Menurutnya, Indonesia belum berhasil menekan angka perokok.
“Kita termasuk negara yang tidak berhasil mengendalikan rokok. Karena 1 dari 3 orang Indonesia merokok,” tegasnya.
Untuk diketahui, GERD secara definisi adalah penyakit di mana terjadi aliran balik (reflux) dari isi lambung ke arah kerongkongan (esofagus). Kondisi ini bisa menyebabkan sensasi panas di dada atau ulu hati, rasa asam di mulut, mual, hingga batuk kronis. Jika dibiarkan, peradangan pada kerongkongan dapat menimbulkan komplikasi serius.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
3 Fakta Respons Kedubes Iran usai Pidato Prabowo soal Nuklir, Tegaskan Programnya Hanya untuk Tujuan
