Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 Mei 2023 | 02.13 WIB

Cegah Kasus HIV dan Sifilis dengan Berhubungan Seksual Bersama Satu Pasangan

Ilustrasi HIV/AIDS. Ari Bowo Sucipto/Antara

JawaPos.com - Peningkatan kasus HIV dan sifilis di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Namun begitu, penyakit itu sebetulnya dapat dicegah dengan beberapa hal. 

Menurut dokter Spesialis Penyakit Dalam Zubairi Djoerban, salah satu pencegahan yang paling utama adalah dengan tidak melakukan hubungan seksual. Namun, jika tidak memungkinkan, untuk mengurangi dampaknya adalah setia bersama satu pasangan.
 
"Hubungan seks hanya dengan istri atau suami saja. Prinsipnya adalah mempraktikan hubungan monogami," ujar Zubairi kepada JawaPos.com, Jumat (12/5).
 
Pencegahan lainnya adalah dengan menggunakan pengaman atau kondom saat melakukan hubungan seksual. Cara ini, kata Zubairi memang tidak seampuh dengan cara pertama.
 
"Tidak 100% efektif karena kadang-kadang ada luka di kemaluan yang tidak terlindungi oleh kondom, sehingga bisa terjadi penularan," jelasnya.
 
Adapun jika sudah kadung melakukan hubungan seksual dengan lebih dari satu orang dan tak menggunakan kondom, ia meminta agar para perempuan segera memeriksakan diri secara rutin untuk tes HIV dan sifilis.
 
"Karena satu-satunya cara untuk diagnosis (HIV atau sifilis) ya perlu dites," ucap dokter di Rumah Sakit Kramat 128.
 
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan melaporkan kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Indonesia meningkat tahun ini. Kebanyakan penderita HIV itu sendiri adalah ibu rumah tangga. 
 
Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Muhammad Syahril menyebut bahwa kasus ibu rumah tangga yang terinfeksi HIV bertambah hingga 5.100 orang tiap tahunnya alias bertambah hingga 35 persen.
 
Angka itu menurutnya lebih tinggi dibandingkan kasus HIV pada kelompok lainnya seperti suami pekerja seks dan kelompok MSM (man sex with man). 
 
 
“Aktivitas ini telah menyumbang sekitar 30 persen penularan dari suami ke istri," ujar Syahril, Kamis (11/5).
 
Sedangkan kasus sifilis atau raja singa di Indonesia dilaporkan meningkat dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (2016-2022). Penambahan kasus itu cukup siginifikan dari semula 12 ribu kasus menjadi hampir 21 ribu kasus. Rata-rata penambahan kasus setiap tahunnya mencapai 17.000 hingga 20.000 kasus. 
 
Juru Bicara Kemenkes dr. Muhammad Syahril mengatakan bahwa penyebab kasus sifilis terus meningkat lantaran para pasien masih enggan dan malu mengobati penyakit menular seksual tersebut.
 
Tahun ini saja, ia mengatakan bahwa pasien ibu hamil dengan sifilis yang diobati hanya berkisar 40% pasien. Sisanya, sekitar 60% tidak mendapatkan pengobatan dan berpotensi menularkan dan menimbulkan cacat pada anak yang dilahirkan. 
Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore