
Komunitas penanggulangan HIV di Kota Depok usai menggelar kegiatan refleksi 10 tahu penanganan AIDS di Kota Depok. (Febry/JawaPos)
JawaPos.com - Menjelang peringatan Hari AIDS Sedunia ke-38 tahun 2025, komunitas penanggulangan HIV di Kota Depok menyampaikan catatan refleksi satu dekade perjalanan advokasi dan layanan lapangan.
Komunitas menegaskan bahwa keberlanjutan program sangat bergantung pada hadirnya kebijakan daerah, khususnya Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang HIV–IMS yang telah disusun sejak 2022 namun belum disahkan.
Koordinator District Task Force (DTF) Komunitas Penanggulangan HIV Kota Depok, Samsu Budiman, mengatakan, perjalanan penanggulangan HIV di Depok sejak 2013 telah menghasilkan capaian penting, tetapi masih dihadapkan tantangan berat.
Dia menekankan perlunya langkah tegas pemerintah daerah untuk memastikan program tidak stagnan pasca berakhirnya dukungan donor internasional.
“Sudah lebih dari 10 tahun komunitas bekerja di lapangan melakukan penjangkauan, pendampingan, edukasi, dan penguatan layanan. Tapi tanpa payung hukum yang jelas, keberlanjutan program sangat rentan. Ini saatnya Perwali HIV–IMS diprioritaskan karena menjadi kunci untuk memastikan Depok siap menuju eliminasi AIDS 2030,” ujar Samsu Budiman.
Dia menilai, berbagai keberhasilan selama satu dekade terakhir mulai dari ekspansi layanan skrining di 38 Puskesmas hingga hadirnya delapan layanan PDP tidak lepas dari kolaborasi komunitas, Puskesmas, RSUD, dan pemangku kepentingan lainnya. Namun, ketergantungan pada pendanaan Global Fund yang segera berakhir perlu segera diantisipasi.
“Banyak layanan yang selama ini ditopang donor, seperti mobile VCT, tes IMS, pendampingan komunitas, hingga ketersediaan PEP dan PrEP. Ini semua tidak boleh berhenti hanya karena dananya habis. Pemerintah daerah harus memastikan APBD dan skema pendanaan lain bisa mengisi kekosongan itu,” katanya.
Dalam konferensi media yang difasilitasi Perkumpulan KAKI, komunitas juga menyoroti persoalan stigma dan diskriminasi yang masih menjadi hambatan terbesar bagi ODHIV, populasi kunci, dan kelompok rentan. Praktik pelanggaran kerahasiaan medis, diskriminasi layanan, hingga pengucilan sosial disebut masih ditemukan di beberapa fasilitas kesehatan dan lingkungan masyarakat.
Selain itu, komunitas menilai layanan anak, remaja, dan ibu rumah tangga belum mendapatkan perhatian memadai. Integrasi program HIV dengan TB, Hepatitis, KIA, napza, dan kesehatan jiwa juga dinilai masih berjalan parsial.
Samsu menambahkan, komunitas telah terlibat aktif dalam proses penyusunan draft Perwali sejak 2022, bersama Dinas Kesehatan, KPA, OPD, akademisi, dan unsur lain. Dokumen tersebut memuat strategi eliminasi, mekanisme pendanaan, penguatan surveilans, layanan ramah komunitas, hingga perlindungan HAM.
“Kami sudah menyiapkan masukan teknis, data lapangan, sampai mekanisme koordinasi lintas sektor. Sekarang tinggal kemauan politik untuk menetapkannya. Tanpa Perwali, sulit membayangkan Depok bisa menjaga capaian dan mencapai target 2030,” tegasnya.
Dalam catatan refleksinya, komunitas juga memberikan rekomendasi strategis 2025–2030, antara lain:
Samsu menegaskan, refleksi ini bukan sekadar dokumentasi perjalanan, tetapi undangan untuk memperkuat komitmen kolektif.
“Depok punya kesempatan besar untuk menjadi kota yang inklusif dan responsif terhadap isu HIV. Komunitas sudah berjalan jauh, tetapi pekerjaan belum selesai. Eliminasi AIDS 2030 bukan sekadar slogan—itu tujuan yang realistis kalau kita bergerak bersama,” kata Samsu Budiman.(bry)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022