Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Juni 2025 | 06.55 WIB

Cara Memilih Suplemen yang Baik untuk Tubuh, Benarkah yang Alami Lebih Berkhasiat?

Ilustrasi Suplemen. (Freepik) - Image

Ilustrasi Suplemen. (Freepik)

JawaPos.com - Label “alami” sering dianggap sebagai jaminan bahwa suatu produk, termasuk suplemen, pasti aman dan lebih efektif. Tapi benarkah semua suplemen alami lebih baik untuk tubuh?

Para ahli justru mengingatkan bahwa anggapan ini bisa menyesatkan dan berisiko, apalagi jika tidak disertai pemahaman ilmiah yang memadai.

Di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia, permintaan suplemen alami terus meningkat seiring tren gaya hidup sehat. Namun, menurut Alex Teo, Director of Research Development and Scientific Affairs Herbalife Asia Pacific, masyarakat harus lebih cermat dalam memahami kandungan dan efek dari suplemen, baik yang berlabel alami maupun sintetis.

Sebab, tidak semua yang berasal dari alam otomatis aman dikonsumsi, apalagi tanpa aturan dosis yang jelas.

Label Alami Bukan Jaminan Aman

Banyak orang berpikir bahwa karena suplemen berbahan dasar tumbuhan, maka efek sampingnya kecil atau bahkan tidak ada. Padahal, faktanya bisa sebaliknya. Contoh nyatanya adalah akar licorice yang populer dalam pengobatan herbal. Jika dikonsumsi berlebihan, justru bisa menyebabkan tekanan darah tinggi dan gangguan elektrolit.

Sebaliknya, suplemen sintetis sering kali diformulasikan dengan dosis presisi dan sudah melewati uji klinis ketat. Tujuannya, agar efeknya bisa terukur dan aman untuk dikonsumsi. Artinya, kualitas suplemen—baik alami maupun sintetis—harus dinilai berdasarkan data ilmiah, bukan hanya klaim pemasaran.

5 Mitos tentang Suplemen Alami

Untuk membantu konsumen lebih bijak, berikut beberapa kesalahpahaman umum tentang suplemen alami:

1. Alami = Aman

Banyak zat alami justru bisa berbahaya jika tidak digunakan dengan tepat. Tanaman tertentu bahkan bisa mengandung logam berat beracun seperti timbal dan arsenik.

2. Bisa Dikonsumsi Bebas Tanpa Batas

Vitamin larut lemak seperti A, D, E, dan K bisa menumpuk dalam tubuh dan menyebabkan toksisitas jika dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang.

3. Bisa Gantikan Obat Resep

Suplemen bukan pengganti obat untuk penyakit kronis. Fungsinya adalah mendukung gaya hidup sehat, bukan menyembuhkan penyakit berat secara mandiri.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore