Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Mei 2025 | 06.09 WIB

Revisi Strategi Nasional Penanggulangan Dengue untuk Target Nol Kematian 2030

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono. (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono. (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com-Pemerintah menilai beban masyarakat akibat penyakit dengue kemungkinan jauh lebih besar dibandingkan angka yang tercatat secara resmi. Hal ini disampaikan Wakil Menteri Kesehatan Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, dalam acara High Level Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Kaukus Kesehatan DPR RI, Senin (26/5).

Dante menyampaikan dukungan terhadap revisi Strategi Nasional Penanggulangan Dengue (Stranas Dengue) agar lebih responsif terhadap kondisi terkini.

“Kami mengamati bahwa beban dengue di masyarakat kemungkinan masih lebih besar daripada yang tercatat dalam sistem. Oleh karena itu, penguatan sistem surveilans yang lebih terpadu dan real-time menjadi bagian penting dari strategi ke depan,” ujar Dante.

Dia menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mewujudkan target nol kematian akibat dengue pada 2030, melalui pembaruan strategi yang mencakup deteksi dini, manajemen KLB, dan pemanfaatan inovasi seperti vaksinasi dan teknologi Wolbachia.

Sepanjang 2024, tercatat 257.271 kasus dengue dengan 1.461 kematian, dan hingga 16 Mei 2025 telah tercatat 56.269 kasus dengan 250 kematian yang tersebar di 456 kabupaten/kota. Data ini menandakan bahwa 87 persen wilayah Indonesia telah terdampak.

Hal ini mendorong DPR RI dan mitra lintas sektor mempercepat reformasi kebijakan. Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan bahwa pembentukan Presidium Kaukus Kesehatan adalah bagian dari komitmen DPR mendorong agenda kesehatan nasional.

“Sinergi lintas sektor menjadi keniscayaan dalam konteks darurat dengue yang saat ini dihadapi Indonesia,” tegas Cucun Ahmad Syamsurijal.

FGD ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain penyusunan Stranas Dengue 2026–2030 yang inklusif, penerbitan Instruksi Presiden tentang Pengendalian Dengue, reformasi sistem pelaporan berbasis real-time dan AI, serta percepatan akses terhadap vaksinasi dan teknologi Wolbachia.

Rekomendasi lainnya mencakup pembentukan dana khusus, skema pembiayaan inovatif, serta penguatan peran KOBAR Lawan Dengue sebagai penggerak kolaborasi.

Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines Andreas Gutknecht menyatakan dukungan penuh terhadap pendekatan pencegahan yang komprehensif.

“Kami menyambut baik inisiatif seperti KOBAR Lawan Dengue yang mendorong sinergi lintas sektor dalam membangun strategi pencegahan dengue yang lebih kuat,” kata Andreas Gutknecht.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Bio Farma Shadiq Akasya menegaskan pentingnya semangat gotong royong dalam menghadapi tantangan dengue.

“Bio Farma berkomitmen untuk terus menjadi mitra aktif dalam mendukung upaya pencegahan dan pengendalian dengue,” ujar Andreas Gutknecht.

Koalisi Bersama (KOBAR) Lawan Dengue merupakan gerakan kolaboratif yang diluncurkan sejak 2023 oleh DPR dan Kementerian Kesehatan bersama mitra lainnya, dengan misi mempercepat pencapaian target nol kematian akibat dengue di tahun 2030.

FGD kali ini dihadiri oleh perwakilan lintas kementerian, organisasi profesi, masyarakat sipil, hingga sektor swasta, sebagai wujud komitmen kolektif menghadirkan solusi nyata atas ancaman dengue yang semakin meluas.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore