Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 22 Mei 2025 | 16.57 WIB

Bone Broth vs Minuman Kolagen: Mana yang Lebih Efektif untuk Kulit Cerah dan Awet Muda?

Ilustrasi - minuman kolagen dan bone broth punya manfaat berbeda untuk kulit. (Pexels) - Image

Ilustrasi - minuman kolagen dan bone broth punya manfaat berbeda untuk kulit. (Pexels)

JawaPos.com – Kolagen dikenal sebagai protein utama yang menjaga elastisitas kulit, kekuatan rambut, hingga kesehatan sendi.

Dua cara populer untuk meningkatkan asupan kolagen adalah melalui minuman kolagen (collagen drink) dan kaldu tulang (bone broth).

Keduanya, baik minuman kolagen maupun bone broth, memiliki manfaat tersendiri, terutama dalam menjaga kesehatan kulit dan sendi. Kolagen sebenarnya bisa diproduksi secara alami oleh tubuh, sementara bone broth mengandung berbagai asam amino penting yang membantu merangsang produksi kolagen tersebut.

Namun, seberapa efektif keduanya sangat bergantung pada tujuan pribadi, selera masing-masing, serta kondisi kesehatan individu.

Selain itu, hasil maksimal tidak hanya bergantung pada pilihan antara dua jenis minuman ini, tetapi juga dipengaruhi oleh pola hidup secara keseluruhan, termasuk asupan gizi seimbang, kualitas tidur, dan kebiasaan olahraga.

"Minuman kolagen memiliki beberapa tipe yang berbeda, di mana tipe 1 paling banyak ditemukan dan sangat penting untuk kesehatan kulit. Tipe ini berfungsi sebagai penyangga struktural dalam tubuh," dr. Hans Kristian Pranoto, CSN, PN1 dalam kanal YouTube SB30Health.

Menurut Journal of Functional Foods tahun 2024, kolagen dalam bentuk hidrolisat atau peptida, seperti yang biasa ditemukan dalam minuman kolagen, memiliki tingkat penyerapan yang lebih tinggi di usus, sehingga lebih mudah dimanfaatkan oleh tubuh.

Minuman kolagen umumnya mengandung kolagen tipe I hingga III, yaitu jenis kolagen yang paling banyak ditemukan pada kulit, tendon, dan tulang. Produk ini sering kali juga diperkaya dengan vitamin C dan asam hialuronat untuk membantu mempercepat sintesis kolagen secara alami.

Beberapa studi menunjukkan bahwa mengonsumsi kolagen peptida sebanyak 2,5 hingga 10 gram per hari secara rutin selama 8 hingga 12 minggu dapat membantu meningkatkan hidrasi kulit serta memperbaiki elastisitasnya.

Di sisi lain, bone broth merupakan kaldu yang dibuat dengan merebus tulang hewan selama waktu yang lama. Proses ini menghasilkan cairan yang kaya akan gelatin, asam amino, mineral, serta kolagen alami. Bone broth juga mengandung glisin dan prolin, dua asam amino penting yang mendukung kesehatan pencernaan dan memperkuat sistem imun tubuh.

"Meskipun kolagen bisa diproduksi oleh tubuh, asupan dari luar tetap penting untuk menjaga kadar kolagen yang dibutuhkan. Konsumsi yang tepat bisa mendukung fungsi organ dan kesehatan secara keseluruhan," jelas dr. Hans.

Kandungan kolagen dalam bone broth sangat bervariasi tergantung bahan dan waktu memasaknya.

"Kolagen adalah protein penting yang dibentuk oleh fibroblas di dalam tubuh, berfungsi untuk menjaga kesehatan kulit dan jaringan. Keseimbangan metabolisme serta asupan nutrisi yang tepat sangat diperlukan untuk produksi kolagen yang optimal," jelas dr. Hans.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore