Seseorang sedang memasak telur, salah satu sumber protein (Dok. Pexels)
JawaPos.com - Buat kamu yang lagi cari cara hidup lebih sehat, topik soal protein pasti sering banget muncul. Tapi ternyata, nggak semua protein itu sama, lho! Ada yang berasal dari hewan, ada juga dari tumbuhan. Nah, masing-masing punya manfaat dan karakteristik yang beda. Penting banget buat tahu perbedaannya supaya kamu bisa menyesuaikan asupan dengan kebutuhan tubuh, apalagi kalau kamu aktif, vegetarian, atau punya target kesehatan tertentu.
Dilansir dari Healthline pada Jumat (16/05), berikut adalah penjelasan lengkap mengenai perbedaan protein hewani dan protein nabati—mulai dari kandungan asam amino, sumber makanan, sampai manfaat kesehatannya. Yuk, simak selengkapnya biar kamu bisa pilih mana yang paling cocok buat pola makanmu!
1. Kandungan Asam Amino: Lengkap atau Perlu Dikombinasikan?
Protein disusun dari asam amino, yaitu molekul kecil yang sangat dibutuhkan tubuh. Dari sekitar 20 jenis asam amino, sembilan di antaranya tergolong esensial, artinya tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri dan harus didapatkan dari makanan.
Protein hewani seperti daging, ikan, dan telur dikenal sebagai protein lengkap karena mengandung semua asam amino esensial. Sementara itu, sebagian besar protein nabati—misalnya dari kacang-kacangan, gandum, atau kacang tanah—biasanya tidak lengkap, karena kekurangan satu atau lebih jenis asam amino penting.
Tapi tenang, bukan berarti protein nabati kalah. Kombinasi makanan nabati tertentu bisa menciptakan asupan protein lengkap. Contohnya, roti gandum dan selai kacang atau nasi dan kacang-kacangan bisa saling melengkapi kandungan asam aminonya.
2. Sumber Protein: Banyak Pilihan dari Alam
Baik protein hewani maupun nabati punya ragam sumber yang mudah ditemui. Berikut beberapa contohnya:
Protein Hewani:
Selain kaya protein, sumber hewani juga mengandung nutrisi penting seperti vitamin B12 dan zat besi heme—jenis zat besi yang lebih mudah diserap tubuh dibanding zat besi dari tumbuhan.
Namun, penting untuk pilih sumber hewani yang minim proses. Produk seperti sosis, nugget, atau daging olahan cenderung tinggi lemak jenuh dan natrium.
Protein Nabati:
Beberapa sumber nabati seperti quinoa, kedelai, dan chia seed juga masuk kategori protein lengkap. Jadi, walaupun umumnya butuh kombinasi, tetap banyak pilihan nabati yang unggul secara kandungan.
3. Manfaat Kesehatan dari Diet Nabati
Diet tinggi protein nabati ternyata punya banyak dampak positif bagi kesehatan. Studi menunjukkan, pola makan berbasis tumbuhan dapat:
Tapi ingat, tidak semua makanan nabati otomatis sehat. Sayuran yang digoreng dan biji-bijian olahan tetap bisa berdampak buruk jika dikonsumsi berlebihan. Fokuslah pada makanan utuh seperti biji-bijian, kacang, sayuran, dan minyak nabati yang sehat.
4. Protein Hewani Juga Punya Peran Penting
Meski protein nabati sedang naik daun, bukan berarti protein hewani harus dicoret dari menu. Konsumsi ikan seperti salmon atau sarden dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan membantu menjaga fungsi otak seiring bertambahnya usia.
Selain itu, protein hewani terbukti mendukung pertumbuhan otot dan mencegah kehilangan massa otot yang sering terjadi pada lansia.
Jadi, Mana yang Lebih Baik?
Jawabannya: tergantung kebutuhan dan gaya hidupmu. Kalau kamu menjalani diet vegetarian atau vegan, pastikan kombinasi sumber nabatimu mencukupi asam amino esensial. Tapi kalau kamu fleksibel, menggabungkan keduanya bisa jadi pilihan ideal.
Yang paling penting adalah memilih sumber protein yang alami, minim proses, dan bergizi seimbang. Kombinasi keduanya bisa jadi strategi pintar untuk hidup lebih sehat, aktif, dan bertenaga setiap hari.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
