Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Mei 2025 | 04.33 WIB

Atasi Masalah Stunting, Bantu Orang Tua Perangi Malnutrisi Anak dengan Teknologi AI

Sejumlah balita menjalani pemeriksaan tinggi dan berat badan untuk mencegah stunting. (Dipta Wahyu/Jawa Pos) - Image

Sejumlah balita menjalani pemeriksaan tinggi dan berat badan untuk mencegah stunting. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

JawaPos.com - Di Indonesia, stunting masih menjadi masalah yang memerlukan perhatian serius. Data menunjukkan bahwa hampir 1 dari 5 anak di bawah lima tahun berisiko mengalami stunting.

Pemerintah sendiri telah menyelesaikan pengumpulan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2024. Hasilnya, prevalensi stunting nasional turun menjadi 19,8 persen atau setara dengan 4.482.340 balita. 

Angka ini menurun 1,7 persen dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 21,5 persen. Sebanyak 377.000 kasus balita stunting baru juga berhasil dicegah. Demikian dikutip dari laman resmi Kemenko PMK.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan Kemenko PMK Sukadiono menyampaikan, capaian tersebut menunjukkan kemajuan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Namun, ia menekankan perlunya upaya berkelanjutan dalam peningkatan gizi masyarakat.

"Pentingnya penguatan koordinasi seluruh pihak untuk terus meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia," ujarnya dalam Rapat Koordinasi Hasil SSGI 2024 yang digelar secara daring belum lama ini.

Meski turun, stunting tetap jadi permasalahan yang tidak boleh dianggap sepele. Kontinuitas dan kesinambungan program juga tak boleh berhenti untuk mengatasi stunting di Indonesia.

Bantu mengatasi stunting di Indonesia, Edu Farmers International Foundation, bekerja sama dengan penyedia teknologi Artificial Intelligence (AI) KeyReply, dengan meluncurkan ZeroStunting. Sebuah inisiatif kolaborasi antara sektor publik dan swasta, memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mengubah intervensi kesehatan masyarakat dan memberdayakan orang tua untuk meningkatkan gizi anak-anak mereka. 

Proyek inovatif yang dijuluki “SAKTI” ini didukung oleh hibah dari Infoxchange, sebuah organisasi terkemuka yang didedikasikan untuk mendorong transformasi digital untuk dampak sosial.

Salah satu intervensi kunci untuk memerangi stunting adalah memastikan anak-anak mengonsumsi makanan kaya protein, seperti telur. Sumber makanan tinggi protein berperan dalam perkembangan tinggi badan dan berat badan anak. 

Banyak penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi setidaknya satu telur per hari selama enam bulan dapat meningkatkan berat dan tinggi badan, serta mengurangi persentase balita yang mengalami stunting. Selain itu, edukasi pada orang tua mengenai pola asuh yang baik dan pemberian gizi yang tepat sangat penting untuk mendukung tumbuh kembang anak

Hibah tersebut memungkinkan Edu Farmers untuk memanfaatkan alat digital canggih dan analitik data untuk memastikan bahwa intervensi yang diberikan berdampak dan berkelanjutan. Melalui integrasi teknologi AI, ZeroStunting diklaim tidak hanya meningkatkan pelacakan gizi, tetapi juga membuka jalan bagi inisiatif kesehatan masyarakat dan transformasi digital di masa depan.

Proyek ZeroStunting mengintegrasikan sistem berbasis AI dari KeyReply, menyediakan antarmuka yang mulus dan ramah pengguna bagi orang tua untuk mencatat makanan harian anak-anak mereka. Orang tua kini dapat melaporkan konsumsi telur anak-anak mereka di SAKTI dan asupan gizi secara keseluruhan dan membantu memperbarui data secara real time.

Cukup dengan melaporkan apakah anak mereka mengonsumsi telur, orang tua yang memungkinkan pemangku kepentingan memantau tren gizi dan melakukan intervensi jika diperlukan.

"Platform ZeroStunting kami memanfaatkan alat WhatsApp yang didorong oleh AI untuk secara otomatis mengumpulkan data waktu nyata tentang konsumsi telur harian dan pertumbuhan anak. Umpan balik langsung ini memungkinkan kami untuk mengetahui kekurangan gizi dan melaksanakan intervensi yang tepat waktu untuk memastikan setiap anak yang berisiko menerima dukungan penting yang mereka butuhkan," kata dr. Lukmanul Hafiz, Kepala Program & Operasi Stunting di Edu Farmers Foundation melalui keterangannya.

Selain itu, solusi AI dari KeyReply menyederhanakan proses dengan mengotomatiskan pengumpulan data, memvalidasi laporan gizi, dan memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti. Sistem AI mengidentifikasi tren konsumsi telur dan asupan gizi, memberitahu pemangku kepentingan ketika intervensi diperlukan. 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore