Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 29 April 2025 | 22.23 WIB

Bahaya Tersembunyi dalam Selada Kemasan: Kenali Risiko Kontaminasi dan Cara Menjaga Sayuran Tetap Aman

Ilustrasi selada kemasan. (Freepik) - Image

Ilustrasi selada kemasan. (Freepik)

JawaPos.com – Selada kemasan yang terlihat segar dan praktis ternyata menyimpan potensi risiko kontaminasi yang berbahaya jika tidak diperhatikan.

Selada kemasan adalah sayuran berdaun hijau yang telah dicuci, dipotong, dan dikemas dalam plastik untuk konsumsi instan.

Menurut Darin Detwiler, seorang profesor kebijakan pangan di Northeastern University dan penulis Food Safety: Past, Present, and Predictions, selada kemasan merupakan salah satu produk dengan risiko kontaminasi tertinggi di toko kelontong.

Memahami potensi risiko dalam konsumsi selada kemasan membantu meningkatkan kewaspadaan dalam memilih serta mengolah sayuran yang aman bagi kesehatan.

Berikut bahaya tersembunyi dalam selada kemasan: kenali risiko kontaminasi dan cara menjaga sayuran tetap aman dilansir dari laman Huffpost, Selasa (29/4):

1. Limbah Pertanian

Kontaminasi dapat terjadi dari limpasan air yang tercemar kotoran hewan saat pengairan di ladang. Air irigasi yang berasal dari kolam pupuk kandang membawa patogen seperti E. coli, salmonella, dan listeria.

Limbah dari peternakan besar di dekat ladang menambah potensi risiko pencemaran. Kotoran hewan mengandung bakteri berbahaya yang sangat sulit dihilangkan hanya dengan pencucian biasa.

2. Penanganan Saat Panen

Selada kemasan rentan terkontaminasi dari tangan petani, alat panen, serta kendaraan pengangkut yang tidak steril. Bakteri dapat berpindah saat proses pemindahan hasil panen ke tempat pengolahan.

Air yang digunakan dalam proses pembersihan awal pun dapat menjadi sumber kontaminasi tambahan. Proses pasca panen yang tidak higienis memperbesar peluang bakteri berkembang.

3. Proses Pengolahan Terpusat

Sayuran dari berbagai ladang dicampur lalu dicuci bersama, memperbesar penyebaran patogen jika satu sumber tercemar. Mesin pencuci dalam skala besar hanya mengurangi kotoran kasat mata tanpa menjamin hilangnya bakteri.

Pencampuran ribuan daun dari berbagai sumber mempercepat distribusi kontaminasi. Kesulitan menelusuri asal usul meningkatkan risiko tidak terdeteksi.

4. Distribusi dan Penyimpanan

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore