
Fungal Acne yang menyebabkan gatal dan kemerahan. (Dok. freepik)
JawaPos.com - Fungal acne, sesuai namanya adalah kondisi kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur, Malassezia. Ketika kulit mengalami fungal acne, sebagaimana dilansir dari my.clevelandclinic.org, muncul benjolan kecil seperti bruntusan yang berkelompok. Benjolan ini biasanya terasa gatal dan menyebabkan kemerahan (papula) di kulit.
Tidak jarang benjolan ini membesar dan berubah menjadi jerawat putih kecil yang berisi nanah putih (pustula). Kondisi ini juga dikenal sebagai Malassezia folliculitis atau Pityrosporum folliculitis.
Sering kali disalahartikan sebagai jerawat biasa (acne vulgaris), fungal acne memiliki perbedaan utama yaitu rasa gatal. Penyebabnya juga berbeda, fungal acne disebabkan oleh infeksi jamur sedangkan jerawat biasa disebabkan oleh sumbatan bakteri, minyak, dan sel kulit mati. Karena itu, pengobatan kedua jenis jerawat ini berbeda.
Fungal acne bisa dialami siapa saja, terutama bagi pemilik kulit yang cenderung berminyak. Fungal acne juga bisa terjadi di kulit yang panas, lembab, dan berkeringat.
Penyebab Fungal Acne
Faktanya, hampir semua orang memiliki jamur Malassezia secara alami pada kulit. Yang menyebabkan masalah adalah ketika folikel rambut rusak atau tersumbat, sehingga jamur masuk k edalam kulit. Folikel dapat rusak karena beberapa hal, yaitu:
Gejala Fungal Acne
Yang paling terlihat ketika kulit mengalami fungal acne adalah benjolan kecil yang berkelompok, terlihat seperti ruam. Setiap jerawat bisa memiliki lingkaran merah di sekitarnya. Selain itu ada beberapa sensasi yang terasa, seperti gatal, nyeri, atau seperti terbakar.
Fungal acne bisa muncul di berbagai bagian tubuh, namun paling umum ditemukan di dagu, dada, dahi, leher, lengan atas, bahu, ataupun punggung atas. Gejala ini bisa diredakan dengan beberapa metode tambahan untuk mempercepat penyembuhan, seperti memngompres dengan kain hangat atau mengehentikan aktivitas yang bisa menyebabkan kerusakan folikel rambut seperti mencukur atau memakai pakaian ketat.
Penanganan dan Pengobatan
Jika beberapa gejala diatas kamu alami, lebih baik periksakan ke dokter umum ataupun dokter kulit. Biasanya dokter akan meresepkan obat antijamur oral (minum) atau topikal (obat luar) untuk mengobati fungal acne.
Obat antijamur oral yang paling efektif adalah fluconazole atau itraconazole. Sedangkan untuk pengobatan topikal biasanya berupa krim antijamur atau sampo antijamur.
Biasanya, dokter akan memberikan pengobatan topikal terlebih dahulu sebelum beralih ke obat oral. Contoh pengobatan topikal adalah econazole, ketoconazole, atau sampo selenium sulfide yang biasanya digunakan untuk ketombe.
Untuk pengobatannya, lebih baik kamu memeriksakannya ke dokter untuk mengetahui apakah benar kamu mengalami fungal acne, dan bagaimana pengobatan terbaik untuk kulitmu. Obat antijamur khususnya yang oral juga memiliki beberapa efek samping seperti diare, mual dan muntah, sakit perut, hingga resiko kerusakan hati.
Pencegahan

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
