Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 18 April 2025 | 05.45 WIB

Kenapa Perempuan Sering Merasa 'Jelek' Sebelum Menstruasi? Ini Penjelasan Medisnya

Ilustrasi. menstruasi tidak teratur (Freepik) - Image

Ilustrasi. menstruasi tidak teratur (Freepik)

JawaPos.com - Media sosial saat ini dibanjiri tren kesehatan, dan jika berbicara tentang konten yang ada di feed perempuan, menstruasi adalah salah satu topik terbesar.

Belakangan ini, dilansir dari Korea Herald, salah satu ide yang mencuri perhatian di dunia maya adalah anggapan bahwa fase luteal—yaitu tahap dalam siklus menstruasi yang terjadi sebelum haid—membuat perempuan merasa dan terlihat 'jelek.

Para pembuat konten menggambarkan fase ini, sebagai perubahan mereka menjadi 'orang paling jelek di dunia', yang ditandai dengan perut kembung, jerawat, perubahan suasana hati, dan keinginan makan berlebihan.

Meskipun mengenali pola ini sendiri dapat terasa melegakan, banyak yang bertanya-tanya mengapa tubuh mereka mengkhianati mereka setiap bulan.

Sebagai informasi, siklus menstruasi memiliki dua fase utama, yakni fase folikuler dan fase luteal.

Fase folikuler dimulai pada hari pertama menstruasi dan berakhir dengan ovulasi. Sementara fase luteal mengikuti ovulasi dan mempersiapkan tubuh untuk kemungkinan kehamilan.

Fase luteal terjadi ketika kadar progesteron meningkat, yang sering kali menyebabkan perubahan emosional dan fisik seperti perubahan suasana hati, jerawat, perubahan nafsu makan, kembung, dan nyeri di payudara.

Dokter mengatakan bahwa lonjakan hormon yang khususnya peningkatan progesteron, dapat membuat perempuan merasa 'tidak enak badan'. Namun penting untuk diingat, bahwa reaksi ini merupakan bagian dari siklus yang normal dan sehat.

Biasanya, kulit seseorang bereaksi secara berbeda tergantung pada tahap siklus menstruasinya.

Dokter kulit menunjukkan bahwa selama fase folikuler, terutama seminggu setelah menstruasi, kadar estrogen lebih tinggi, yang menghasilkan kulit lebih bersih, pori-pori lebih kencang, dan kulit tampak berseri alami. Fase ini sering disebut sebagai fase 'bercahaya'.

Sebaliknya, selama fase luteal, progesteron dapat merangsang kelenjar minyak, terutama di sekitar dagu dan garis rahang. Hal ini dapat menyebabkan pori-pori tersumbat dan peradangan. Kulit juga menjadi lebih sensitif terhadap iritasi eksternal.

Namun sekali lagi, ini bukanlah suatu kekurangan. Ini adalah ritme biologis pada tubuh sementara.

Yang sering diabaikan adalah bahwa fase-fase tertentu dari siklus menstruasi, yang dapat meningkatkan kesadaran spasial dan kecerdasan emosional, atau bahkan meningkatkan volume otak.

Menstruasi bukan hanya tentang jerawat dan kembung, itu adalah bagian dari sistem dinamis dengan kekuatan dan perjuangan.

Dikutip dari Korea Herald, dokter mengatakan bahwa apa yang dilihat banyak perempuan muda di media sosial, menyebabkan mereka kehilangan konteks.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore