
Ilustrasi. menstruasi tidak teratur (Freepik)
JawaPos.com - Media sosial saat ini dibanjiri tren kesehatan, dan jika berbicara tentang konten yang ada di feed perempuan, menstruasi adalah salah satu topik terbesar.
Belakangan ini, dilansir dari Korea Herald, salah satu ide yang mencuri perhatian di dunia maya adalah anggapan bahwa fase luteal—yaitu tahap dalam siklus menstruasi yang terjadi sebelum haid—membuat perempuan merasa dan terlihat 'jelek.
Para pembuat konten menggambarkan fase ini, sebagai perubahan mereka menjadi 'orang paling jelek di dunia', yang ditandai dengan perut kembung, jerawat, perubahan suasana hati, dan keinginan makan berlebihan.
Meskipun mengenali pola ini sendiri dapat terasa melegakan, banyak yang bertanya-tanya mengapa tubuh mereka mengkhianati mereka setiap bulan.
Sebagai informasi, siklus menstruasi memiliki dua fase utama, yakni fase folikuler dan fase luteal.
Fase folikuler dimulai pada hari pertama menstruasi dan berakhir dengan ovulasi. Sementara fase luteal mengikuti ovulasi dan mempersiapkan tubuh untuk kemungkinan kehamilan.
Fase luteal terjadi ketika kadar progesteron meningkat, yang sering kali menyebabkan perubahan emosional dan fisik seperti perubahan suasana hati, jerawat, perubahan nafsu makan, kembung, dan nyeri di payudara.
Dokter mengatakan bahwa lonjakan hormon yang khususnya peningkatan progesteron, dapat membuat perempuan merasa 'tidak enak badan'. Namun penting untuk diingat, bahwa reaksi ini merupakan bagian dari siklus yang normal dan sehat.
Biasanya, kulit seseorang bereaksi secara berbeda tergantung pada tahap siklus menstruasinya.
Dokter kulit menunjukkan bahwa selama fase folikuler, terutama seminggu setelah menstruasi, kadar estrogen lebih tinggi, yang menghasilkan kulit lebih bersih, pori-pori lebih kencang, dan kulit tampak berseri alami. Fase ini sering disebut sebagai fase 'bercahaya'.
Sebaliknya, selama fase luteal, progesteron dapat merangsang kelenjar minyak, terutama di sekitar dagu dan garis rahang. Hal ini dapat menyebabkan pori-pori tersumbat dan peradangan. Kulit juga menjadi lebih sensitif terhadap iritasi eksternal.
Namun sekali lagi, ini bukanlah suatu kekurangan. Ini adalah ritme biologis pada tubuh sementara.
Yang sering diabaikan adalah bahwa fase-fase tertentu dari siklus menstruasi, yang dapat meningkatkan kesadaran spasial dan kecerdasan emosional, atau bahkan meningkatkan volume otak.
Menstruasi bukan hanya tentang jerawat dan kembung, itu adalah bagian dari sistem dinamis dengan kekuatan dan perjuangan.
Dikutip dari Korea Herald, dokter mengatakan bahwa apa yang dilihat banyak perempuan muda di media sosial, menyebabkan mereka kehilangan konteks.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
