Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 2 Maret 2025 | 02.28 WIB

Mengenal Polihidramnion, Kondisi Gangguan Kehamilan Sangat Langka yang Terjadi Pada Calon Ibu  

Ilustrasi perempuan berkonsultasi dengan dokter. (Freepik) - Image

Ilustrasi perempuan berkonsultasi dengan dokter. (Freepik)

JawaPos.com – Kehamilan adalah sebuah proses sulit yang dilalui oleh kebanyakan perempuan sebelum melahirkan anak mereka.

Ada yang mengalami proses yang sangat sulit dan ada pula yang dirasa tidak begitu sulit, semuanya mengalami proses kehamilan yang unik dan berbeda. 

Dalam proses kehamilan yang sulit, biasanya para calon ibu akan mengalami kondisi atau gangguan yang membuat proses mengandung ini sangat tidak nyaman bagi mereka. 

Kali ini kita akan berkenalan dengan sebuah kondisi bernama polihidramnion. Sebuah kondisi yang sangat langka terjadi pada para perempuan hamil. 

Dilansir dari Perpustakaan Medis Nasional (National Library of Medicine), polihidramnion adalah sebuah kondisi dimana adanya kelebihan cairan ketuban pada para perempuan hamil. Sayangnya, hal ini berkaitan dengan kematian ibu dan bayi. 

Kondisi ini terjadi ketika mekanisme tubuh kita yang mengatur volume cairan ketuban terganggu.

Para dokter baru dapat mendiagnosa kondisi ini melalui USG dimana dapat terlihat kantong cairan vertikal terdalam berukuran sedikitnya 8 cm, atau indeks cairan ketuban setidaknya 24 cm. 

Dilansir dari Mayo Clinic, kondisi ini sangat langka bahkan terhitung hanya terjadi pada 1 hingga 2 persen kehamilan saja. Pada kebanyakan kasus, kondisi ini terhitung ringan. 

Kondisi ini sering terjadi pada trimester kedua atau ketiga. Di mana para penderitanya akan mengalami sesak, bengkak pada kaki, sakit perut, atau kontraksi prematur. 

Dilansir dari Cleveland Clinic, perlu diketahui bahwa cairan ketuban memiliki peran yang sangat penting terhadap perkembangan janin. 

Polihidramnion ringan hingga parah dapat diakibatkan oleh kesulitan janin untuk menelan cairan ketuban, diabetes pada ibu, kehamilan kembar, perbedaan faktor Rh pada ibu dan janin, komplikasi pada detak jantung janin, atau janin mengalami infeksi. 

Para ibu hamil yang mengalami kondisi ini biasanya akan memiliki perut yang sangat besar sehingga sering dikira mengandung kembar banyak. 

Kondisi ini biasanya tidak akan dirawat secara intensif apabila bukan kasus parah atau si ibu sudah berada di trimester akhir. 

Dokter yang merawat dapat menjadwalkan pengecekan rutin untuk memastikan kondisi ibu dan bayi. 

Pengobatan yang biasanya dilakukan pada kasus-kasus terburuk dapat berupa pengurangan cairan ketuban atau mempercepat proses kelahiran, biasanya pada minggu ke 37 hingga 39. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore