
Ilustrasi pria yang mengalami depresi tapi tidak terdeteksi. (Pexels)
JawaPos.com – Tampak kuat dan bersikap seolah semuanya baik-baik saja bukan berarti pria tak memiliki masalah. Bahkan, bisa saja mereka mengalami depresi yang dapat membuat pria hancur.
Sama seperti wanita, pria juga sebenarnya mengalami perubahan sikap maupun perasaan saat mengalami depresi. Misalnya saja merasakan sedih, putus asa, hampa, kelelahan, terjadi gangguan tidur, hingga kehilangan minat pada aktivitas tertentu.
Sayangnya, emosi pria terkadang sulit sekali diekspresikan. Mengutip dari Mayo Clinic, ini sebabkan oleh peran tradisional pria yang menekankan persaingan, kesuksesan, dan kekuasaan.
Lebih parah lagi, depresi pada pria ternyata sering kali tidak terdeteksi karena beberapa alasan. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Sebagian pria masih percaya bahwa menunjukan emosi sama saja seperti menunjukan kelemahan. Mereka menganggap harus mampu mengendalikan diri sendiri, termasuk emosi.
Daripada menunjukan bahwa pria hancur karena perasaan yang bersemayam di dalam dirinya, kaum Adam lebih memilih menyembunyikan depresi ketimbang harus bercerita pada orang terdekat maupun ahli psikologi.
Gejala depresi itu tidak sekedar mengalami kesedihan yang mendalam. Pria tidak memahami hal ini sehingga mereka tidak menyadari sedang dilanda gejala gangguan mental tersebut.
Gejala depresi bisa berupa masalah pencernaan, sakit kepala, kelelahan berkepanjangan, mudah marah, dan nyeri kronis. Selain itu, ketika seseorang mengisolasi diri demi menghindari perasaan atau hubungan, itu juga menjadi salah satu tanda depresi.
Selain tidak menyadari gejala yang muncul, kemungkinan lain pria sulit terdeteksi saat depresi yaitu karena mereka tidak mau mengakuinya. Mereka sadar ada tanda tidak beres yang menghampiri tubuh, tapi lebih pilih diabaikan saja.
Pria tidak ingin mengatakan jujur kepada diri sendiri, apalagi mengaku pada orang lain. Padahal, sikap ini justru hanya akan memperburuk kondisi emosi pria.
Mendatangi profesional untuk meminta bantuan atas gejala depresi yang mereka rasakan bukanlah pilihan utama bagi pria. Ada kekhawatiran orang lain akan memandang negatif apabila terbukti pria mengidap depresi.
Mereka takut akan berdampak buruk pada hubungan maupun karier. Ini sama sekali bukan langkah bijaksana.
Daripada memikirkan dianggap lemah, sudah sepatutnya pria juga peduli pada kondisi kesehatan mental mereka demi hidup lebih baik.
Tidak mudah bagi pria mengakui bahwa ada sisi lemah di dalam diri mereka. Namun, mengingat depresi bisa membuat pria hancur secara mental, kesadaran akan hal ini harus mulai dibangun.
Jika anda memiliki pasangan atau pria terdekat sedang mengalami gejala gangguan mental satu ini, komunikasikan dan beri pengertian bahwa memendamnya bukanlah solusi terbaik. Sadari perasaan sendiri dan jangan ragu mencari bantuan dari ahli.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
