
Ilustrasi kelainan warna mata yang berbeda, Heterochromia (Pexels)
JawaPos – Pernahkah kamu melihat seseorang dengan mata yang warnanya berbeda? Dalam dunia medis disebut heterochromia, sebuah kondisi langka yang membuat tampilan seseorang semakin menarik dan berbeda dari yang lain.
Heterochromia adalah kelainan mata yang ditandai dengan perbedaan warna pada iris. Meskipun tergolong langka, kondisi ini tidak berbahaya dan justru menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian orang. Namun, kondisi ini bisa disebabkan oleh faktor genetik, cedera, atau penyakit tertentu.
Dilansir dari laman RS & Klinik Mata KMU, heterochromia tergolong sangat jarang ditemukan. Bahkan dapat dikatakan hanya sekitar hampir 8 miliar manusia di Bumi, angka pengidap kelainan Heterochromia tidak sampai menyentuh 1% penduduk dunia. Jika digambarkan, dari 1.000 orang di Amerika, hanya 11 orang yang mempunyai perbedaan kondisi warna mata.
Heterochromia ditandai dengan perbedaan warna iris mata kanan dan kiri. Iris atau selaput pelangi merupakan bagian warna pada mata. Dilansir dari Alodokter.com, heterochromia dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan tingkat perbedaan warna iris mata:
Namun, sebagian besar Heterochromia merupakan kondisi bawaan sejak lahir. Kondisi ini biasanya lebih besar terkena apabila salah satu anggota keluarga kelainan Heterochromia atau diturunkan dari orang tua kepada anaknya.
Adapun beberapa kondisi atau penyakit bawaan yang dapat meningkatkan risiko terjadinya Heterochromia, yaitu Sindrom Sturge-Weber, yaitu kelainan yang terjadi pada mata, kulit, dan otak akibat perkembangan abnormal dari pembuluh darah tertentu. Sindrom Waardenburg, yaitu penyakit genetik yang mengakibatkan perubahan pada warna mata, kulit, dan rambut. Sindrom Horner, yaitu kelainan genetik yang memicu kerusakan pada saraf penghubung otak, wajah, dan mata. Piebaldisme, yaitu kurangnya pigmen pada kulit, mata, dan rambut.
Tak hanya manusia yang mengalami kelainan Heterochromia, tapi Heterochromia dapat dialami oleh hewan. Kondisi ini lebih umum terjadi pada beberapa jenis hewan, terutama kucing dan anjing. Kucing Turki Anggora dan anjing Siberian Husky memang dikenal sebagai beberapa hewan yang kerap mengalami Heterochromia.
Heterochromia pada hewan umumnya tidak dianggap sebagai penyakit atau kelainan yang berbahaya. Kondisi ini biasanya tidak mempengaruhi penglihatan atau kesehatan hewan secara keseluruhan. Selain kucing Turki Anggora dan anjing Siberian Husky, Heterochromia juga ditemukan beberapa ras anjing lainnya, seperti Australian Shepherd dan Dalmatian.
Heterochromia adalah kelainan mata yang membuat tampilan seseorang semakin menarik. Jika kamu memiliki Heterochromia, bersyukurlah karena kamu memiliki sesuatu yang istimewa.
Meskipun Heterochromia seringkali tidak berbahaya, penting untuk tetap menjaga kesehatan mata. Lakukan pemeriksaan mata secara rutin untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan yang mendasari perbedaan warna mata kamu.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Persebaya Surabaya Dilaporkan Capai Kesepakatan dengan Striker Asing, Punya Rekam Jejak di Indonesia!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
Pertemuan dengan Suporter, Fariz Julinar Tegaskan PSIS Semarang Siap Bangkit Musim Depan
4 Tempat Makan Siomay Paling Enak di Bandung, Jangan Skip karena Variannya Berlimpah dengan Siraman Bumbu Kacang yang Lezat
