
Ilustrasi ibu hamil (ANTARA/Pexels)
JawaPos.com - Kondisi tubuh harus tetap prima saat perjalanan mudik. Terutama bagi ibu hamil yang melakukan perjalanan mudik jarak jauh. Sebab, potensi keguguran lebih besar terjadi selama perjalanan mudik.
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo, mengungkapkan, seharusnya ibu yang sedang hamil banyak istirahat, tidak boleh travellibg. Kehamilan merupakan masa yang rawan karena kondisi kesehatan para ibu yang cenderung lebih mudah merasa lelah.
Sehingga, ketika memaksakan ikut mudik, banyak kasus ibu menghadapi pendarahan atau ketuban pecah selama di perjalanan. Potensinya semakin besar bila ibu sedang hamil tua.
“Pesan saya tolong perhatikan perempuan yang hamil itu. Hati-hati apalagi hamil tua, ada lagi yang hamil sudah tujuh bulan dia pecah ketuban karena dia naik ojek (motor), naik turun gunung, hanya untuk mudik,” katanya.
Untuk itu, ada baiknya konsultasikan dulu dengan dokter. Nantinya dokter akan memberikan rekomendasi. Biasanya bisa dilihat juga dari usia kandungan.
“Bila sudah empat bulan, itu berarti sudah pas batas waktunya. Kalau kurang dari empat bulan, lebih baik tidak kelelahan karena itu masih rawan dan mudah keguguran. Lebih dari empat bulan boleh (mudik), tapi jangan kelelahan,“ ujarnya.
Selain itu jenis kendaraan juga harus diperhatikan. Hasto mengingatkan karena rawan akan bentuk jalan yang tak menentu, lebih baik bagi ibu hamil untuk menggunakan kereta atau pesawat bila memungkinkan, dibanding mobil, bus atau motor selama berkendara.
Tak lupa ia juga mengingatkan bahwa setiap pihak, perlu memperhatikan kecukupan asupan nutrisi selama perjalanan, mengingat banyak ibu hamil turut mengikuti ibadah puasa.
Makanan yang mengandung karbohidrat seperti roti dan protein hewani seperti susu atau ikan, sudah seharusnya dipersiapkan sebagai bekal perjalanan. Hal penting lainnya adalah memperhatikan asupan gula bagi ibu dan anak.
“Kalau bayi yang kekurangan glukosa atau gula itu cirinya tidak bergerak. Jadi hati-hati kalau misalnya ada bayi yang diajak mudik tidak bergerak, itu jangan langsung senang karena anteng. Padahal (bisa jadi) bayinya stres,” katanya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
