Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 April 2023 | 01.54 WIB

BKKBN Imbau Ibu Hamil Jaga Kondisi saat Mudik Karena Berisiko Keguguran

Ilustrasi ibu hamil (ANTARA/Pexels) - Image

Ilustrasi ibu hamil (ANTARA/Pexels)

JawaPos.com - Kondisi tubuh harus tetap prima saat perjalanan mudik. Terutama bagi ibu hamil yang melakukan perjalanan mudik jarak jauh. Sebab, potensi keguguran lebih besar terjadi selama perjalanan mudik.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo, mengungkapkan, seharusnya ibu yang sedang hamil banyak istirahat, tidak boleh travellibg. Kehamilan merupakan masa yang rawan karena kondisi kesehatan para ibu yang cenderung lebih mudah merasa lelah.

Sehingga, ketika memaksakan ikut mudik, banyak kasus ibu menghadapi pendarahan atau ketuban pecah selama di perjalanan. Potensinya semakin besar bila ibu sedang hamil tua.

“Pesan saya tolong perhatikan perempuan yang hamil itu. Hati-hati apalagi hamil tua, ada lagi yang hamil sudah tujuh bulan dia pecah ketuban karena dia naik ojek (motor), naik turun gunung, hanya untuk mudik,” katanya.

Untuk itu, ada baiknya konsultasikan dulu dengan dokter. Nantinya dokter akan memberikan rekomendasi. Biasanya bisa dilihat juga dari usia kandungan.

“Bila sudah empat bulan, itu berarti sudah pas batas waktunya. Kalau kurang dari empat bulan, lebih baik tidak kelelahan karena itu masih rawan dan mudah keguguran. Lebih dari empat bulan boleh (mudik), tapi jangan kelelahan,“ ujarnya.

Selain itu jenis kendaraan juga harus diperhatikan. Hasto mengingatkan karena rawan akan bentuk jalan yang tak menentu, lebih baik bagi ibu hamil untuk menggunakan kereta atau pesawat bila memungkinkan, dibanding mobil, bus atau motor selama berkendara.

Tak lupa ia juga mengingatkan bahwa setiap pihak, perlu memperhatikan kecukupan asupan nutrisi selama perjalanan, mengingat banyak ibu hamil turut mengikuti ibadah puasa.

Makanan yang mengandung karbohidrat seperti roti dan protein hewani seperti susu atau ikan, sudah seharusnya dipersiapkan sebagai bekal perjalanan. Hal penting lainnya adalah memperhatikan asupan gula bagi ibu dan anak.

“Kalau bayi yang kekurangan glukosa atau gula itu cirinya tidak bergerak. Jadi hati-hati kalau misalnya ada bayi yang diajak mudik tidak bergerak, itu jangan langsung senang karena anteng. Padahal (bisa jadi) bayinya stres,” katanya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore