Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 Januari 2025 | 16.26 WIB

Jangan Asal Ikut Tren Diet Minum Es Americano, Ini Penjelasan dr. Tirta tentang Manfaat dan Risikonya

Ilustrasi es kopi americano. (freepik)

JawaPos.com - Tren diet dengan minum es americano belakangan ini kembali ramai dibahas. Fenomena ini sebelumnya sudah sempat populer di tahun 2024, namun kali ini kembali muncul dan menarik perhatian.

Menanggapi tren ini, dr. Tirta melalui kanal YouTube resminya, TirtaPengPengPeng, mengungkapkan pandangannya dalam segmen #suaratirta, yang membahas mitos dan fakta kesehatan.

Pada video berdurasi 18:45 menit tersebut, dr. Tirta mendapat pertanyaan warganet tentang tren diet minum es americano. Menurut dr. Tirta, meski ada beberapa penelitian terkait hal ini, dampaknya tidak terlalu signifikan.

Namun, ia mengakui bahwa es americano memang bisa bermanfaat bagi tubuh, terutama jika dikonsumsi sebelum berolahraga karena memberikan efek stimulan.

"Es americano itu memang bagus untuk tubuh, ada penelitiannya, tapi memang tidak signifikan. Apalagi americano atau kopi itu kan tidak hanya mengandung kafein, tapi juga antioksidan yang bagus untuk pencernaan dan memberikan efek stimulan. Nah, stimulan inilah yang bagus, terutama kalau dikonsumsinya sebelum olahraga itu akan lebih efektif lagi," jelas dr. Tirta dalam video yang diunggah pada Minggu (26/1).  

Mengutip penjelasan dari artikel Alodokter, stimulan merupakan efek yang terjadi setelah mengkonsumsi kopi. Hal ini karena kopi mengandung zat kafein yang dapat meningkatkan rasa waspada, gelisah, cemas dan meningkatkan adrenalin untuk itu lah kopi sangat baik dikonsumsi jika untuk diet sebelum melakukan olahraga.

Meskipun demikian, dr. Tirta juga mengingatkan bahwa tren diet dengan minum es americano tidak cocok untuk semua orang. Ia menekankan bahwa bagi orang yang memiliki gejala penyakit jantung, darah tinggi, atau masalah terkait asam lambung, sebaiknya menghindari diet ini karena cukup berbahaya.

"Selama kamu tidak memiliki gejala penyakit jantung, darah tinggi, dan penyakit terkait asam lambung, silakan dikonsumsi. Tapi untuk ketiga penyakit ini, kalau lambung masih bisa diatasi dengan decaffeinated, tapi kalau darah tinggi dan jantung, sudah tidak bisa. Karena salah satu efek samping dari kafein adalah dia stimulan yang akan memengaruhi tekanan darah tinggi dan memengaruhi jantung," tambah dr. Tirta di menit ke 6:15.

Penjelasan ini juga sejalan dengan artikel yang terdapat di laman resmi Kementerian Kesehatan, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. Dalam artikel tersebut, Ulfah S. Sudarto, S.Gz, menjelaskan bahwa konsumsi kafein memang bisa menjadi pantangan bagi sebagian orang, terutama bagi penderita penyakit jantung dan darah tinggi. Efek stimulan dari kafein sangat berisiko bagi mereka yang memiliki kondisi ini.

Namun, Ulfah juga menekankan bahwa dalam penelitian, beberapa penderita jantung dan hipertensi tidak merasakan dampak apa pun setelah mengkonsumsi kopi. "Konsumsi kopi memang bisa meningkatkan tekanan darah, apalagi kalau memang jarang mengkonsumsi kopi. 

Namun, menurut penelitian, malah bisa tidak menimbulkan efek apa-apa jika seseorang terbiasa mengkonsumsi kopi. Karena seiring berjalannya waktu, tubuh menjadi toleran terhadap efek stimulan kafein dalam kopi, jadi tidak menimbulkan peningkatan tekanan darah," jelas Ulfah yang dikutip dalam artikel di yankes.kemenkes.go.id.

Berdasarkan penjelasan tersebut, bisa disimpulkan bahwa setiap orang memiliki toleransi yang berbeda terhadap kafein. Bagi mereka yang terbiasa mengkonsumsi kopi, tubuh mereka mungkin sudah terbiasa dengan efek stimulan kafein, yang bisa mengurangi dampaknya terhadap tekanan darah.

Sebagai penikmat kopi, artikel di Hello Sehat juga memberikan aturan yang sebaiknya diikuti. Untuk konsumsi kopi setiap hari, sebaiknya batasi asupan kopi agar tidak melebihi 2 hingga 3 cangkir setiap hari. Meskipun begitu, aturan ini tidak bersifat mutlak, karena kebutuhan kopi setiap orang berbeda-beda.

Beberapa orang mungkin bisa menikmati kopi hitam dalam dosis tinggi tanpa merasakan efek samping, sementara bagi sebagian orang lainnya, minum setengah cangkir kopi bisa membuat mereka gelisah atau sakit perut.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore