Ilustrasi seseorang pengidap vitiligo. (freepik/rawpixel.com).
JawaPos.com- Vitiligo adalah kondis kulit kehilangan pigmennya, hal ini akan membuat warna kulit memudar, bahkan berwarna putih. Kondisi yang terjadi karena gangguan produksi zat pewarna kulit ini sering dipandang negatif bagi sebagian masyarakat. Padahal, vitiligo termasuk ke dalam jenis penyakit kulit yang tidak menular dan tidak mengganggu fungsi penderintanya dalam beraktivitas.
Vitiligo adalah penyakit yang mengubah warna kulit, membuat penderitanya merasa resah. Kulit melindungi tubuh dan juga penting untuk penampilan. Perubahan warna ini dapat menyebabkan depresi, jadi penanganan yang tepat sangat penting.
Kulit, mata, dan rambut dapat berbeda pada setiap orang, dipengaruhi oleh melanin. Jika tubuh tidak dapat memproduksi melanin, bercak putih dan uban dapat muncul, yang dikenal sebagai vitiligo.
Vitiligo penyakit yang menyebabkan hilangnya pigmen kulit. Ini terjadi saat sel kulit tidak mampu memproduksi melanin, membuat bagian yang terkena lebih terang atau putih. Bercak putih biasanya muncul di punggung tangan, wajah, dan ketiak, serta bisa juga terlihat di rongga mulut. Kondisi ini lebih terlihat pada orang berkulit gelap.
Sampai saat ini belum diketahui pasti penyebab vitiligo. Namun, adanya gangguan autoimun dipercaya menjadi penyebab melanin berhenti diproduksi dalam tubuh. Penyebabnya antara lain adanya faktor keturunan, penyakit autoimun, faktor internal dan eksternal yang mengganggu produksi melanosit.
Gejala utama vitiligo adalah bercak yang lebih terang dari kulit sekitarnya (hipopigmentasi). Bercak ini dapat menjadi putih dan permanen, biasanya dimulai dari area yang sering terkena sinar matahari. Vitiligo dibedakan menjadi dua jenis: segmental dan non-segmental, tergantung pada lokasi bercak.
Dilansir dari laman resmi rspondokindah.co.id, berikut beberapa gejala vitiligo yang dikeluhkan meliputi:
Setelah mengetahui gejala anda harus mengetahui bagaimana cara penanganan vitiligo yang bertujuan untuk mengembalikan warna kulit semaksimal mungkin dan mencegah penyebaran lebih lanjut.
Dilansir dari laman fakulltas hukum UMSU, berikut beberapa metode penanganan vitiligo antara lain:
- Kortikosteroid Oles
Krim atau salep kortikosteroid seperti betamethasone, fluticasone, dan hydrocortisone dapat membantu mengembalikan warna kulit, terutama jika vitiligo masih dalam tahap awal. Namun, penggunaan jangka panjang bisa menyebabkan efek samping seperti penipisan lapisan kulit dan stretch mark.
- Tacrolimus
Salep tacrolimus dapat digunakan pada vitiligo yang hanya terjadi di area kecil seperti wajah atau leher. Namun, salep ini dapat menimbulkan rasa panas atau sakit saat dioleskan.
Terapi sinar ultraviolet (UV) dilakukan jika obat oles tidak efektif. Terapi ini melibatkan paparan sinar ultraviolet A (UVA) atau B (UVB) ke area yang terkena vitiligo. Untuk hasil optimal, pasien perlu menjalani prosedur ini 2–3 kali seminggu selama 6–12 bulan.
- Cangkok Kulit
Prosedur ini melibatkan pengambilan kulit sehat dari bagian tubuh lain untuk melapisi kulit yang terkena vitiligo. Metode ini efektif pada vitiligo yang tidak menyebar dalam 1 tahun terakhir.
- Blister Grafting
Blister grafting mirip dengan cangkok kulit tetapi kulit yang diambil terlebih dahulu dilakukan sebelum dicangkokkan ke area yang terkena vitiligo.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
