Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 Januari 2025 | 22.30 WIB

Mengenal Vitiligo, Bercak Putih yang Sering di Salah Artikan: Penjelasan Penyebab dan Gejalanya

Ilustrasi seseorang pengidap vitiligo. (freepik/rawpixel.com).

JawaPos.com- Vitiligo adalah kondis kulit kehilangan pigmennya, hal ini akan membuat warna kulit memudar, bahkan berwarna putih. Kondisi yang terjadi karena gangguan produksi zat pewarna kulit ini sering dipandang negatif bagi sebagian masyarakat. Padahal, vitiligo termasuk ke dalam jenis penyakit kulit yang tidak menular dan tidak mengganggu fungsi penderintanya dalam beraktivitas.

Vitiligo adalah penyakit yang mengubah warna kulit, membuat penderitanya merasa resah. Kulit melindungi tubuh dan juga penting untuk penampilan. Perubahan warna ini dapat menyebabkan depresi, jadi penanganan yang tepat sangat penting.

Kulit, mata, dan rambut dapat berbeda pada setiap orang, dipengaruhi oleh melanin. Jika tubuh tidak dapat memproduksi melanin, bercak putih dan uban dapat muncul, yang dikenal sebagai vitiligo.

Vitiligo penyakit yang menyebabkan hilangnya pigmen kulit. Ini terjadi saat sel kulit tidak mampu memproduksi melanin, membuat bagian yang terkena lebih terang atau putih. Bercak putih biasanya muncul di punggung tangan, wajah, dan ketiak, serta bisa juga terlihat di rongga mulut. Kondisi ini lebih terlihat pada orang berkulit gelap.

Sampai saat ini belum diketahui pasti penyebab vitiligo. Namun, adanya gangguan autoimun dipercaya menjadi penyebab melanin berhenti diproduksi dalam tubuh. Penyebabnya antara lain adanya faktor keturunan, penyakit autoimun, faktor internal dan eksternal yang mengganggu produksi melanosit.

Gejala utama vitiligo adalah bercak yang lebih terang dari kulit sekitarnya (hipopigmentasi). Bercak ini dapat menjadi putih dan permanen, biasanya dimulai dari area yang sering terkena sinar matahari. Vitiligo dibedakan menjadi dua jenis: segmental dan non-segmental, tergantung pada lokasi bercak.

Dilansir dari laman resmi rspondokindah.co.id, berikut beberapa gejala vitiligo yang dikeluhkan meliputi:

  • Perubahan warna pada rambut, alis, bulu mata, maupun janggut menjadi lebih terang hingga putih. Kondisi ini lebih disadari sebagai tumbuhnya uban sebelum usia 30 tahun.
  • Perubahan warna pada bagian hitam mata menjadi lebih terang, atau ada salah satu bagian yang tidak berwarna
  • Muncul bercak berwarna lebih terang maupun berwarna putih pada bagian dalam mulut, hidung, maupun area kelamin
  • Nyeri, ruam, maupun gatal pada bercak putih yang mengalami vitiligo, karena kulit langsung terpapar matahari tanpa perlindungan melanin.
  • Gangguan pendengaran karena adanya gangguan produksi melanin dapat mempengaruhi fungsi dan struktur telinga bagian dalam

Setelah mengetahui gejala anda harus mengetahui bagaimana cara penanganan vitiligo yang bertujuan untuk mengembalikan  warna kulit semaksimal mungkin dan mencegah penyebaran lebih lanjut.

Dilansir dari laman fakulltas hukum UMSU, berikut beberapa metode penanganan vitiligo antara lain:

  1. Obat-obatan

-          Kortikosteroid Oles
Krim atau salep kortikosteroid seperti betamethasone, fluticasone, dan hydrocortisone dapat membantu mengembalikan warna kulit, terutama jika vitiligo masih dalam tahap awal. Namun, penggunaan jangka panjang bisa menyebabkan efek samping seperti penipisan lapisan kulit dan stretch mark.

-          Tacrolimus
Salep tacrolimus dapat digunakan pada vitiligo yang hanya terjadi di area kecil seperti wajah atau leher. Namun, salep ini dapat menimbulkan rasa panas atau sakit saat dioleskan.

  1. Fototerapi

Terapi sinar ultraviolet (UV) dilakukan jika obat oles tidak efektif. Terapi ini melibatkan paparan sinar ultraviolet A (UVA) atau B (UVB) ke area yang terkena vitiligo. Untuk hasil optimal, pasien perlu menjalani prosedur ini 2–3 kali seminggu selama 6–12 bulan.

  1. Operasi

-          Cangkok Kulit
Prosedur ini melibatkan pengambilan kulit sehat dari bagian tubuh lain untuk melapisi kulit yang terkena vitiligo. Metode ini efektif pada vitiligo yang tidak menyebar dalam 1 tahun terakhir.

-          Blister Grafting
Blister grafting mirip dengan cangkok kulit tetapi kulit yang diambil terlebih dahulu dilakukan sebelum dicangkokkan ke area yang terkena vitiligo.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore