Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Januari 2025 | 04.32 WIB

Apakah Ashwagandha Benar-Benar Efektif Mengatasi Kecemasan? Ini Khasiatnya Menurut Penelitian

Aswagandha diyakini dapat menjadi obat kecemasan (wikimedia) - Image

Aswagandha diyakini dapat menjadi obat kecemasan (wikimedia)

JawaPos.com - Ashwagandha (Withania somnifera) telah digunakan selama lebih dari 3.000 tahun dalam dunia medis tradisional Ayurvedic dan Unani India serta di beberapa negara Asia lainnya.

Dilansir dari website resmi National Libary of Medicine, kini tanaman herbal tersebut semakin populer sebagai suplemen untuk mengatasi stres dan kecemasan.

Namun, seberapa efektifkah Ashwagandha dalam mengobati kecemasan? Simak informasi selengkapnya!

Mekanisme Kerja Ashwagandha

Dilansir dari Healthline, Ashwagandha dikenal sebagai adaptogen, yaitu zat yang membantu tubuh beradaptasi terhadap stres.

Komponen aktifnya, dengan withanolides sebagai yang utama, memiliki sifat anti-inflamasi dan diyakini dapat menurunkan kadar kortisol, hormon stres dalam tubuh.

Dengan menurunkan kadar kortisol, Ashwagandha dapat membantu mengurangi gejala kecemasan.

Efektivitas dalam Mengatasi Kecemasan

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa Ashwagandha dapat membantu mengurangi gejala kecemasan.

Dilansir dari website resmi Mayo Clinic,Scottsdale, Arizona, suplemen Ashwagandha yang diberikan kepada individu dengan stres kronis dan menunjukkan perbaikan dalam skor stres mereka. 

Selain itu, penelitian lain menunjukkan bahwa Ashwagandha dapat membantu meningkatkan kualitas tidur pada individu dengan kecemasan, meskipun tidak secara langsung menyebabkan rasa kantuk.

Pertimbangan Penggunaan

Meskipun Ashwagandha umumnya dianggap aman untuk kebanyakan orang, beberapa individu mungkin mengalami efek samping seperti sakit kepala dan mual. Selain itu, Ashwagandha dapat berinteraksi dengan obat-obatan tertentu, seperti obat penurun gula darah, obat penurun tekanan darah, dan obat penenang. 

Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum memulai suplemen ini, terutama jika Anda sedang mengonsumsi obat lain atau memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Dilansir dari website resmi The Ohio State University, ada beberapa kondisi seseorang yang sebaiknya tidak mengkonsumsi Ashwagandha, antara lain wanita yang sedang merencanakan kehamilan atau sedang hamil, anak-anak, dan seseorang dengan autoimun. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore