Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, didampingi sejumlah pejabat, mengikuti Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (29/8/2024). (Miftahul Hayat/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pemerintah akan meluncurkan program skrining kesehatan gratis pada 2025. Layanan itu mirip kado karena diberikan kepada warga yang berulang tahun. Tujuan akhirnya adalah deteksi dini dan mencegah penyakit.
”Skrining ini memang hadiah ulang tahun dari negara kepada masyarakat. Dilakukan setiap hari ulang tahun untuk memastikan kesehatan terpantau secara dini,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Rencananya, deteksi dini dilakukan sesuai dengan usia warga. Cara itu diharapkan bisa meningkatkan efektivitas deteksi dini dan meminimalkan risiko kematian serta kecacatan.
Skrining dikelompokkan berdasar usia. Untuk balita, fokusnya adalah deteksi penyakit bawaan lahir. Lalu, untuk remaja ada pemeriksaan obesitas, diabetes, dan kesehatan gigi. Sementara itu, pada orang dewasa dilakukan deteksi dini penyakit kanker. Lalu, pemeriksaan alzheimer, osteoporosis, serta kesehatan umum akan menjangkau warga lansia. ”Skrining akan dilakukan di puskesmas dan sekolah-sekolah sesuai dengan kategori usia yang relevan,” katanya.
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr Adib Khumaidi SpOT menyebut program itu sebagai hal yang maju. Menurut dia, layanan kesehatan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. ”Program ini dapat berkontribusi pada pencapaian target pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya terkait kesehatan dan kesejahteraan,” terangnya kemarin (7/11).
Untuk mendukung program itu, dia merekomendasikan beberapa hal yang perlu diperhatikan. Di antaranya, ketersediaan tenaga medis yang kompeten dan peralatan yang memadai di fasilitas kesehatan. Tenaga medis perlu dilatih untuk meningkatkan keahlian deteksi dini. ”Yang perlu diingat juga adalah koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam pelaksanaan program,” ucapnya.
Selanjutnya, Adib menyarankan ada sosialisasi yang masif. Tujuannya, meningkatkan kesadaran masyarakat. Dia mencontohkan Jepang yang sudah menerapkan pemeriksaan kesehatan bagi penduduknya. Di Jepang, hasil pemeriksaan tidak terstandar sehingga menghasilkan output pemeriksaan beragam. Selain itu, platform untuk menyimpan informasi riwayat kesehatan kurang.
’’IDI sebagai organisasi profesi dokter senantiasa siap menjadi mitra strategis pemerintah dan berkolaborasi memastikan keberhasilan program ini untuk mewujudkan Indonesia yang sehat,” katanya.
Pada kesempatan berbeda, founder Alzheimer’s Indonesia (Alzi) D.Y. Suharya kemarin menyatakan bahwa langkah skrining untuk lansia ini patut diapresiasi. Sebab, lansia merupakan bagian dari siklus kehidupan yang masih memiliki peran dan ”wisdom” di masyarakat. (lyn/c19/oni)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
