Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 November 2024 | 19.00 WIB

Prevalensi Stroke di Jatim di Atas Rata-rata Nasional, Rutin Cek Segitiga dan Olah Raga Lima Kali Seminggu Bisa Turunkan Risiko

Skrining kesehatan secara berkala sangat penting guna mencegah penyakit kronis, termasuk stroke. (Dexa Medica) - Image

Skrining kesehatan secara berkala sangat penting guna mencegah penyakit kronis, termasuk stroke. (Dexa Medica)

JawaPos.com - Skrining kesehatan secara berkala sangat penting guna mencegah penyakit kronis, termasuk stroke. Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan, prevalensi penyakit stroke Indonesia mencapai 8,3 per mil atau per 1.000 penduduk usia di atas 15 tahun pada tahun 2023.

Data yang sama menyebutkan, stroke menjadi penyakit yang menghabiskan biaya BPJS Kesehatan terbesar ketiga yakni Rp 5,2 triliun pada tahun tersebut. Sementara itu Jawa Timur memiliki prevalensi stroke di atas rata-rata nasional yakni 9,0 per 1.000 penduduk.

Berangkat dari data tersebut, PT Dexa Medica bekerja sama dengan Rumah Sakit Pelindo Husada Citra (RS PHC Surabaya) dalam acara Cek Segitiga di Surabaya. Selain cek kesehatan gratis, acara ini juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan stroke.

Cek Segitiga merupakan skrining penyakit kronis gratis yang meliputi pengecekan kolesterol, tensi, dan gula darah. Sebelum di Surabaya, Dexa Medica telah menggelar Cek Segitiga di Jakarta, Tangerang Selatan, Palembang, dan Bandung.

"Melalui program skrining kesehatan gratis ini, Dexa Medica berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini penyakit," kata Presiden Direktur Dexa Medica, V Hery Sutanto, dalam keterangannya, Sabtu (2/11).

Menurutnya, dengan mengetahui kondisi kesehatan sejak dini, kita dapat mencegah penyakit yang lebih serius. "Kami percaya bahwa investasi dalam kesehatan masyarakat adalah investasi untuk masa depan yang lebih baik," imbuh Hery.

Dokter Spesialis Neurologi dari RS PHC Surabaya, dr. Andina Yuliani, Sp.N, memberikan penjelasan komprehensif tentang stroke dan bagaimana gaya hidup aktif dapat berkontribusi dalam pencegahannya. "Dulu, stroke lebih umum terjadi pada usia di atas 50 tahun, tetapi kini kami melihat peningkatan kasus di kalangan orang berusia 30 tahun ke atas," papar dia.

Ia pun menekankan pentingnya olah raga dalam mencegah stroke. "Hanya dengan berolah raga selama 30 menit, lima kali dalam seminggu, risiko terkena stroke dapat berkurang hingga 25 persen," katanya.

Ia menambahkan bahwa aktivitas fisik tidak hanya berperan dalam pengendalian berat badan, tetapi juga membantu mengatasi faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki, berkebun, dan menggunakan tangga dapat membantu meningkatkan kesehatan jantung dan mengurangi risiko stroke.

Direktur Operasional PT PHC (RS PHC Surabaya), dr. Pudji Djanuartono, M.Kes, mengungkapkan pentingnya deteksi dini untuk menghindari perkembangan stroke yang lebih parah. "Semakin awal kita mendeteksi, semakin baik peluang pemulihan bagi pasien," tambahnya.

Dirinya menilai, kesadaran masyarakat akan pentingnya skrining kesehatan sudah meningkat. Hal ini ditandai dengan antusiasme masyarakat dalam mengikuti program Cek Segitiga.

"Luar biasa, kami sangat luar biasa dengan adanya acara ini, kolaborasi antara Dexa Medica dengan Rumah Sakit PHC Surabaya dalam rangka mengedukasi masyarakat bahwa stroke itu penyakit yang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja," ungkap dr Pudji. Kegiatan Cek Segitiga gratis ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Stroke Sedunia.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore