
Ilustrasi seorang anak menggigit kuku. (Freepik)
JawaPos.com – Kebiasaan menggigit kuku seringkali dianggap sepele, tetapi sebenarnya menyimpan beberapa rahasia yang perlu diketahui. Mulai dari faktor penyebab yang mendasari hingga dampaknya bagi kesehatan, memahami kebiasaan ini dapat membantu menemukan cara efektif untuk menghentikannya.
Menggigit kuku merupakan perilaku yang melibatkan pemotongan atau menggerogoti kuku, sering kali dilakukan tanpa disadari. Kebiasaan ini umum terjadi pada anak-anak dan dapat berlanjut hingga dewasa, sering kali sebagai respons terhadap stres, kebosanan, atau kecemasan.
Mengetahui rahasia di balik kebiasaan menggigit kuku, termasuk penyebab dan dampaknya, sangat penting untuk menemukan solusi yang tepat. Pemahaman ini membantu dalam mengurangi kebiasaan tersebut dan membantu kesehatan mental serta fisik yang lebih baik.
Berikut tujuh rahasia di balik kebiasaan menggigit kuku seperti penyebab, dampak, dan cara efektif mengatasinya dilansir dari laman Babycenter.ca:
1. Penyebab Utama
Menggigit kuku sering dikaitkan dengan rasa cemas, tapi ada faktor lain yang juga mempengaruhi. Anak-anak mungkin melakukannya karena bosan, penasaran, atau bahkan sebagai bentuk eksplorasi saat tumbuh gigi.
Contoh anak yang sedang menonton TV mungkin mulai menggigit kuku sebagai aktivitas tanpa sadar. Perilaku ini sering muncul saat anak tidak memiliki sesuatu untuk dilakukan.
2. Kebiasaan Umum
Menggigit kuku adalah salah satu kebiasaan yang paling sering terjadi, bahkan dibandingkan dengan mengisap jempol atau memutar rambut. Kebiasaan ini bisa berlanjut hingga dewasa, meskipun banyak anak akhirnya menghentikannya karena pengaruh dari teman-teman mereka.
Misal ketika seorang anak masuk sekolah, ia mungkin berhenti menggigit kuku karena teman-temannya menertawakan kebiasaannya tersebut. Pengaruh sosial bisa mempercepat penghentian kebiasaan ini.
3. Alihkan dengan Aktivitas Lain
Memberikan anak mainan yang bisa dipegang atau diremas dapat membantu mengurangi kebiasaan menggigit kuku. Mengidentifikasi waktu dan situasi tertentu ketika kebiasaan ini terjadi, seperti saat menonton TV, bisa menjadi langkah awal untuk mengalihkan fokus anak.
Seperti memberi anak bola kecil yang bisa diremas saat menonton TV dapat menjaga tangan mereka tetap sibuk, sehingga keinginan menggigit kuku berkurang.
4. Tidak Menghukum
Mengomel atau menghukum anak justru bisa memperburuk kebiasaan menggigit kuku. Anak mungkin tidak menyadari bahwa mereka melakukannya, sehingga menarik perhatian pada kebiasaan ini bisa membuatnya semakin sering terjadi.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
