Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Oktober 2024 | 13.29 WIB

Tujuh Rahasia di Balik Kebiasaan Menggigit Kuku: Penyebab, Dampak, dan Cara Efektif Mengatasinya

Ilustrasi seorang anak menggigit kuku. (Freepik) - Image

Ilustrasi seorang anak menggigit kuku. (Freepik)

JawaPos.com – Kebiasaan menggigit kuku seringkali dianggap sepele, tetapi sebenarnya menyimpan beberapa rahasia yang perlu diketahui. Mulai dari faktor penyebab yang mendasari hingga dampaknya bagi kesehatan, memahami kebiasaan ini dapat membantu menemukan cara efektif untuk menghentikannya.

Menggigit kuku merupakan perilaku yang melibatkan pemotongan atau menggerogoti kuku, sering kali dilakukan tanpa disadari. Kebiasaan ini umum terjadi pada anak-anak dan dapat berlanjut hingga dewasa, sering kali sebagai respons terhadap stres, kebosanan, atau kecemasan.

Mengetahui rahasia di balik kebiasaan menggigit kuku, termasuk penyebab dan dampaknya, sangat penting untuk menemukan solusi yang tepat. Pemahaman ini membantu dalam mengurangi kebiasaan tersebut dan membantu kesehatan mental serta fisik yang lebih baik.

Berikut tujuh rahasia di balik kebiasaan menggigit kuku seperti penyebab, dampak, dan cara efektif mengatasinya dilansir dari laman Babycenter.ca:

1. Penyebab Utama

Menggigit kuku sering dikaitkan dengan rasa cemas, tapi ada faktor lain yang juga mempengaruhi. Anak-anak mungkin melakukannya karena bosan, penasaran, atau bahkan sebagai bentuk eksplorasi saat tumbuh gigi.

Contoh anak yang sedang menonton TV mungkin mulai menggigit kuku sebagai aktivitas tanpa sadar. Perilaku ini sering muncul saat anak tidak memiliki sesuatu untuk dilakukan.

2. Kebiasaan Umum

Menggigit kuku adalah salah satu kebiasaan yang paling sering terjadi, bahkan dibandingkan dengan mengisap jempol atau memutar rambut. Kebiasaan ini bisa berlanjut hingga dewasa, meskipun banyak anak akhirnya menghentikannya karena pengaruh dari teman-teman mereka.

Misal ketika seorang anak masuk sekolah, ia mungkin berhenti menggigit kuku karena teman-temannya menertawakan kebiasaannya tersebut. Pengaruh sosial bisa mempercepat penghentian kebiasaan ini.

3. Alihkan dengan Aktivitas Lain

Memberikan anak mainan yang bisa dipegang atau diremas dapat membantu mengurangi kebiasaan menggigit kuku. Mengidentifikasi waktu dan situasi tertentu ketika kebiasaan ini terjadi, seperti saat menonton TV, bisa menjadi langkah awal untuk mengalihkan fokus anak.

Seperti memberi anak bola kecil yang bisa diremas saat menonton TV dapat menjaga tangan mereka tetap sibuk, sehingga keinginan menggigit kuku berkurang.

4. Tidak Menghukum

Mengomel atau menghukum anak justru bisa memperburuk kebiasaan menggigit kuku. Anak mungkin tidak menyadari bahwa mereka melakukannya, sehingga menarik perhatian pada kebiasaan ini bisa membuatnya semakin sering terjadi.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore