Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 Oktober 2024 | 14.30 WIB

Gejala Penyakit Empty Sella Syndrome yang Wajib Diketahui, Pahami Juga Penyebab agar Bisa Dihindari

Ilustrasi mengalami penyakit empty sella syndrome (katemangostar/freepik.com) - Image

Ilustrasi mengalami penyakit empty sella syndrome (katemangostar/freepik.com)

JawaPos.com - Empty sella syndrome (ESS) adalah hal yang jarang terjadi di mana kelenjar pituitari menjadi pipih atau menyusut akibat masalah pada isi di dalam sella turcica.

Sella turcica merupakan struktur tulang di dasar otak yang mengelilingi dan melindungi kelenjar pituitari.

Sella turcica mempunyai bentuk seperti pelana dan namanya dalam bahasa Latin berarti kursi Turki. ESS mampu menyebabkan berbagai gejala, seperti ketidakseimbangan hormon, sakit kepala yang sering, dan perubahan dalam penglihatan.

Kelenjar pituitari yang terletak di dasar otak tepat di bawah hipotalamus adalah kelenjar kecil yang merupakan bagian dari sistem endokrin. Kelenjar ini berfungsi dalam memproduksi berbagai hormon penting yang mempengaruhi dan mengendalikan kelenjar lain dalam sistem endokrin.

Empty sella syndrome (ESS) merupakan kondisi yang jarang terjadi. Beberapa peneliti memperkirakan bahwa kurang dari 1% individu dengan sella kosong mengalami gejala yang mengindikasikan sindrom tersebut. Sebaliknya, memiliki empty sella tanpa gejala jauh lebih umum.

Laporan menunjukkan bahwa antara 8% hingga 35% populasi mempunyai empty sella. Selain itu, hasil dari pengujian neuroimaging juga memperkirakan bahwa sekitar 12% orang memiliki empty sella.

Dilansir dari my.clevelandclinic.org, berikut ini beberapa gejala dan penyebab penyakit empty sella syndrome yang wajib diketahui.

Gejala Empty Sella Syndrome

Apabila kamu mengalami ESS, kemungkinan kamu mengalami salah satu gejala berikut ini:

- Keluarnya cairan dari puting susu yang tidak teratur (galaktorea).

- Disfungsi ereksi.

- Siklus menstruasi yang tidak teratur atau tidak mengalami menstruasi (amenore).

- Penurunan atau tidak adanya hasrat seksual (libido rendah).

- Kelelahan.

Dalam kasus yang jarang, beberapa orang dengan empty sella syndrome dapat mengalami gejala berikut:

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore