Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 Oktober 2024 | 19.50 WIB

Harus Dihindari! Ketahui 11 Makanan Pemicu Jerawat Batu yang Pantang Dikonsumsi Menurut Para Ahli

Ilustrasi wajah berjerawat./ user18526052./freepik - Image

Ilustrasi wajah berjerawat./ user18526052./freepik

JawaPos.com - Setiap kali melihat munculnya noda di wajah, kita cenderung akan lekas mencari perawatan yang kuat guna menghilangkannya dari kulit. Meskipun perawatan ini seringkali memberikan hasil yang efektif, tetapi mungkin tidak selalu mengatasi akar penyebab jerawat batu.

Apa yang dikonsumsi juga bisa menjadi pemicu, mungkin bahkan lebih besar pengaruhnya dibandingkan dengan produk yang diaplikasikan pada permukaan kulit. Pola makan memainkan peran penting dalam kesehatan kulit, baik dalam hal sensitivitas terhadap makanan maupun dalam memilih makanan yang lebih sehat.

Menurut para ahli, perubahan pola makan dapat membantu mencegah munculnya jerawat. Dikutip dari byrdie.com, berikut ini beberapa makanan pemicu jerawat batu yang pantang dikonsumsi menurut para ahli.

1. Susu skim

Menurut Bobby Buka, MD, JD, seorang dokter kulit di New York dan CEO The Dermatology Specialists, susu skim bisa memperburuk jerawat. Susu skim mengandung hormon pertumbuhan sapi yang dapat larut dalam lemak.

Susu skim tidak memiliki lemak, hormon tersebut tidak dapat larut. Hormon-hormon ini yang tertinggal dalam tubuh bisa menyebabkan timbulnya jerawat batu. Sebagai penggantinya lebih baik, sebaiknya konsumsi susu nabati.

Jennifer MacGregor, MD, seorang dokter kulit bersertifikat yang mengkhususkan diri dalam prosedur dermatologi dan operasi laser di Union Square Laser Dermatology, merekomendasikan untuk menggunakan sedikit susu almond atau oat sebagai pengganti susu skim.

2. Keju

Susu bebas lemak dan susu skim bukan satu-satunya penyebab masalah ini. Sebagian besar produk olahan susu juga dapat menjadi masalah, dan keju diyakini dapat memperburuk kondisi wajah yang berjerawat. Melissa Pfeister, ahli gizi bersertifikat dari Stanford Medicine, menjelaskan bahwa produk olahan susu menjadi salah satu penyebab terbesar.

Sebagai alternatif yang lebih baik, probiotik bisa menjadi pilihan yang baik untuk dikonsumsi. Walaupun probiotik masih menjadi topik yang kontroversial, bahan ini telah terbukti mempunyai sifat anti-inflamasi pada kondisi lain.

3. Karbohidrat olahan

MacGregor menyebutkan bahwa semua makanan olahan, seperti yang berwarna putih, yang mengandung gula, atau berbasis biji-bijian memiliki indeks glikemik tinggi. Makanan ini melepaskan gula ke dalam aliran darah yang kemudian bisa menimbulkan penurunan yang drastis.

Keadaan ini bisa merusak tubuh kita, menimbulkan kerusakan pada kulit, memicu peradangan, dan memperburuk jerawat, rosacea, serta berbagai gangguan kulit lainnya. Sebagai pilihan makanan yang lebih baik, MacGregor merekomendasikan untuk mengonsumsi makanan utuh.

Jika kamu ingin mengetahui apakah jenis makanan ini cocok buatmu, dia menyarankan guna melakukan percobaan selama 60 hari. Bagi pilihan makanan yang sebaiknya dimasukkan ke dalam pola makan, MacGregor merekomendasikan konsumsi bahan-bahan utuh dan alami, seperti ikan, daging, telur, umbi-umbian, dan sayuran hijau.

4. Hidangan penutup

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore