
Ilustrasi wajah berjerawat./ user18526052./freepik
JawaPos.com - Setiap kali melihat munculnya noda di wajah, kita cenderung akan lekas mencari perawatan yang kuat guna menghilangkannya dari kulit. Meskipun perawatan ini seringkali memberikan hasil yang efektif, tetapi mungkin tidak selalu mengatasi akar penyebab jerawat batu.
Apa yang dikonsumsi juga bisa menjadi pemicu, mungkin bahkan lebih besar pengaruhnya dibandingkan dengan produk yang diaplikasikan pada permukaan kulit. Pola makan memainkan peran penting dalam kesehatan kulit, baik dalam hal sensitivitas terhadap makanan maupun dalam memilih makanan yang lebih sehat.
Menurut para ahli, perubahan pola makan dapat membantu mencegah munculnya jerawat. Dikutip dari byrdie.com, berikut ini beberapa makanan pemicu jerawat batu yang pantang dikonsumsi menurut para ahli.
1. Susu skim
Menurut Bobby Buka, MD, JD, seorang dokter kulit di New York dan CEO The Dermatology Specialists, susu skim bisa memperburuk jerawat. Susu skim mengandung hormon pertumbuhan sapi yang dapat larut dalam lemak.
Susu skim tidak memiliki lemak, hormon tersebut tidak dapat larut. Hormon-hormon ini yang tertinggal dalam tubuh bisa menyebabkan timbulnya jerawat batu. Sebagai penggantinya lebih baik, sebaiknya konsumsi susu nabati.
Jennifer MacGregor, MD, seorang dokter kulit bersertifikat yang mengkhususkan diri dalam prosedur dermatologi dan operasi laser di Union Square Laser Dermatology, merekomendasikan untuk menggunakan sedikit susu almond atau oat sebagai pengganti susu skim.
2. Keju
Susu bebas lemak dan susu skim bukan satu-satunya penyebab masalah ini. Sebagian besar produk olahan susu juga dapat menjadi masalah, dan keju diyakini dapat memperburuk kondisi wajah yang berjerawat. Melissa Pfeister, ahli gizi bersertifikat dari Stanford Medicine, menjelaskan bahwa produk olahan susu menjadi salah satu penyebab terbesar.
Sebagai alternatif yang lebih baik, probiotik bisa menjadi pilihan yang baik untuk dikonsumsi. Walaupun probiotik masih menjadi topik yang kontroversial, bahan ini telah terbukti mempunyai sifat anti-inflamasi pada kondisi lain.
3. Karbohidrat olahan
MacGregor menyebutkan bahwa semua makanan olahan, seperti yang berwarna putih, yang mengandung gula, atau berbasis biji-bijian memiliki indeks glikemik tinggi. Makanan ini melepaskan gula ke dalam aliran darah yang kemudian bisa menimbulkan penurunan yang drastis.
Keadaan ini bisa merusak tubuh kita, menimbulkan kerusakan pada kulit, memicu peradangan, dan memperburuk jerawat, rosacea, serta berbagai gangguan kulit lainnya. Sebagai pilihan makanan yang lebih baik, MacGregor merekomendasikan untuk mengonsumsi makanan utuh.
Jika kamu ingin mengetahui apakah jenis makanan ini cocok buatmu, dia menyarankan guna melakukan percobaan selama 60 hari. Bagi pilihan makanan yang sebaiknya dimasukkan ke dalam pola makan, MacGregor merekomendasikan konsumsi bahan-bahan utuh dan alami, seperti ikan, daging, telur, umbi-umbian, dan sayuran hijau.
4. Hidangan penutup

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
